Dari Banyuwangi ke Pasar Nasional, Petani Buah Naga Naik Kelas Lewat Program Klasterku Hidupku BRI

Dari Banyuwangi ke Pasar Nasional, Petani Buah Naga Naik Kelas Lewat Program Klasterku Hidupku BRI

Petani Buah Naga Naik Kelas Lewat Program Klasterku Hidupku BRI.gbr.bri--

BANYUWANGI, SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – Semangat petani Banyuwangi untuk terus berkembang kembali membuahkan hasil. Melalui Program Klasterku Hidupku BRI, Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi berhasil meningkatkan produksi, menjaga stabilitas harga, hingga memperluas pasar. Dari sekadar bertahan menghadapi tantangan, kini mereka mulai naik kelas.

Banyuwangi sejak lama dikenal sebagai daerah dengan basis pertanian kuat. Namun, di balik potensi besar itu, petani tak luput dari persoalan klasik: serangan penyakit tanaman, fluktuasi harga, hingga pasar yang jenuh saat panen raya.

Di tengah situasi tersebut, Edy bersama sejumlah petani membentuk Klaster Petani Buah Naga (Panaba) pada 2016.

BACA JUGA:Dari Es Buah Keliling ke Laundry Express: KUR BRI Jadi Jalan UMKM Kabanjahe Naik Kelas

BACA JUGA:7 Manfaat Buah Ketimun untuk Kesehatan: Bisa Bantu Turunkan Darah Tinggi & Jaga Kulit Sehat

Tujuannya sederhana namun strategis: memperkuat posisi tawar petani dan mencari solusi bersama.

“Waktu itu jumlah tanaman buah naga di Banyuwangi mulai banyak, tapi muncul masalah penyakit dan harga anjlok saat produksi melimpah.

Maka kami bentuk klaster supaya bisa mengatasi persoalan bersama,” ujar Edy.

Klaster Panaba: Bukan Sekadar Kumpulan Petani

Sejak terbentuk, Klaster Panaba menjadi ruang diskusi sekaligus wadah koordinasi antarpetani.

Mereka berbagi informasi teknis, menentukan strategi budidaya, hingga menyepakati pedoman harga jual.

Langkah ini terbukti efektif menahan praktik permainan harga oleh tengkulak.

BACA JUGA:11 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan Tubuh: Kaya Vitamin, Segar, dan Bikin Badan Lebih Fit

Pedagang yang tergabung dalam klaster mengikuti acuan harga yang telah disepakati, sehingga petani tidak dirugikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait