Kloning Suara AI Mengganas di Indonesia: Begini Cara Penipu Menipu Lewat Telepon
kini pelaku memanfaatkan kloning suara berbasis AI (voice spoofing) untuk meniru suara orang terdekat—keluarga, atasan, hingga customer service resmi-Foto: IST-
SUMEKS RADIO – Gelombang penipuan digital di Indonesia memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar SMS berisi tautan palsu atau telepon dari “petugas bank” gadungan, kini pelaku memanfaatkan kloning suara berbasis AI (voice spoofing) untuk meniru suara orang terdekat keluarga, atasan, hingga customer service resmi demi menekan korban agar segera mentransfer uang.
Modus ini efektif karena menyerang sisi psikologis. Pelaku menciptakan skenario darurat: akun dibekukan, transaksi mencurigakan, atau anggota keluarga mengalami kecelakaan.
Dengan suara yang terdengar “akrab”, korban cenderung panik dan menurunkan kewaspadaan.
Di lapangan, pelaku hanya butuh potongan suara singkat (bahkan belasan detik) dari media sosial atau rekaman publik untuk menghasilkan tiruan yang meyakinkan.
BACA JUGA:MPV Diesel Paling Bandel Comeback! Ini Plus Minus Isuzu Panther Reborn 2026 yang Wajib Kamu Tahu
BACA JUGA:Link DANA Kaget 5 Februari 2026, Ini Fakta dan Cara Klaim Aman Biar Nggak Kena Tipu
Ciri Suara Asli vs Suara AI
Meski makin canggih, tiruan AI masih meninggalkan jejak. Beberapa indikator yang kerap muncul.
-
Terlalu mulus dan steril
Suara hasil kloning sering minim getaran napas alami, nyaris tanpa gangguan latar (angin, kendaraan, gesekan mikrofon). Manusia jarang berbicara “sebersih” itu di panggilan tak terencana. -
Jeda respons tidak wajar
Ada jeda pendek sebelum jawaban, seolah sistem “memproses” kalimat. Alur percakapan terasa kaku, kurang spontan. -
Irama dan emosi datar
Volume cenderung stabil, emosi kurang naik-turun. Pada situasi darurat palsu, intonasi bisa terdengar dipaksakan atau tidak sinkron dengan konteks. -
Pilihan kata janggal
Diksi atau dialek tak sesuai kebiasaan orang yang ditiru. Kadang terasa seperti membaca skrip.
Catatan penting: jangan mengandalkan satu ciri saja. Pelaku bisa mengombinasikan teknik rekayasa sosial untuk menutup kekurangan suara AI.
Cara Verifikasi Aman (Wajib Dilakukan)
-
Tutup telepon, lalu hubungi balik kanal resmi
Jangan percaya panggilan masuk. Cari nomor resmi di situs/aplikasi layanan terkait atau hubungi langsung orang yang dimaksud melalui kontak yang kamu simpan. -
Gunakan “pertanyaan verifikasi” pribadi
Siapkan kode rahasia keluarga atau detail spesifik yang tak mungkin diketahui publik. Jika penelepon menghindar, itu red flag. -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: