Waspada Penipuan Berkedok Aktivasi IKD 2026: Saat Data Pribadi Jadi Sasaran
kehadiran Identitas Kependudukan Digital (IKD) diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai administrasi kependudukan-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Di tengah percepatan digitalisasi layanan publik, kehadiran Identitas Kependudukan Digital (IKD) diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai administrasi kependudukan. Namun di balik kemudahan itu, muncul ancaman baru yang patut diwaspadai.
Sepanjang 2026, laporan mengenai penipuan berkedok aktivasi IKD yang menyebar melalui WhatsApp semakin marak dan menimbulkan keresahan.
Pelaku kejahatan memanfaatkan ketidaktahuan sekaligus rasa cemas masyarakat terhadap layanan digital pemerintah.
Dengan menyamar sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), mereka mencoba mengelabui korban agar menyerahkan data pribadi yang sangat sensitif.
BACA JUGA:Pengumuman Jadwal Libur Sekolah dan Mekanisme Belajar Ramadan
BACA JUGA:Honda Brio Hybrid 2026: City Car Ramah Lingkungan yang Tetap Fun to Drive
Modus yang Digunakan Pelaku
Dalam banyak kasus, korban menerima pesan atau panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai petugas resmi.
Profil akun sering dipoles dengan nama institusi serta foto logo pemerintah untuk menumbuhkan kepercayaan. Percakapan biasanya diawali dengan pemberitahuan bahwa identitas digital korban perlu segera diaktifkan atau diperbarui.
Selanjutnya, pelaku meminta berbagai data penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, foto KTP, swafoto, hingga kode OTP yang dikirimkan ke ponsel korban.
Tidak jarang mereka juga menyertakan tautan yang menyerupai situs resmi atau file aplikasi berformat APK yang sebenarnya berisi program berbahaya.
BACA JUGA:Dolar AS Tersungkur! Yuan & Yen Melesat, Emas Jadi Primadona di Tengah Gejolak Global
Tekanan psikologis juga menjadi senjata utama. Korban diancam identitasnya akan diblokir jika tidak mengikuti instruksi, atau dijanjikan proses cepat dengan biaya administrasi tertentu. Kombinasi rasa takut dan janji kemudahan inilah yang kerap membuat korban lengah.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat dapat mengenali potensi penipuan dari beberapa indikasi sederhana. Pesan yang datang dari nomor pribadi, bukan kanal resmi pemerintah, patut dicurigai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: