Mudik Gratis BUMN 2026: Jalan Pulang yang Lebih Ringan untuk Ribuan Perantau

Mudik Gratis BUMN 2026: Jalan Pulang yang Lebih Ringan untuk Ribuan Perantau

Melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026, pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara menghadirkan fasilitas transportasi massal-Foto: IST-

SUMATERAEKSPRES.ID - Kerinduan pada kampung halaman selalu menemukan jalannya. Menjelang Lebaran 2026, ribuan perantau kembali memiliki harapan untuk pulang tanpa terbebani ongkos perjalanan. Melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026, pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara menghadirkan fasilitas transportasi massal yang menjangkau berbagai penjuru Nusantara—dari Jawa hingga Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan Aceh.

Tahun ini, program tersebut menyiapkan tiga moda transportasi utama: lebih dari 1.300 unit bus untuk sekitar 63.000 pemudik, 94 rangkaian kereta api bagi 32.915 penumpang, serta 41 kapal laut dengan kapasitas lebih dari 5.000 orang.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan komitmen untuk memastikan perjalanan pulang berlangsung aman, nyaman, dan terjangkau.

BACA JUGA:Suzuki Across PHEV 2026 Resmi Meluncur di Eropa, Kembaran RAV4 dengan Gaya Adventure yang Makin Berani

BACA JUGA:KSM vs KUR Mandiri 2026: Mana Lebih Untung? Bunga 6% atau Plafon Rp1,5 Miliar!

Tiga Moda, Satu Tujuan: Pulang dengan Aman

Moda bus tetap menjadi tulang punggung program. Keberangkatan dijadwalkan serentak pada 17 Maret 2026, melayani rute-rute padat seperti Jakarta menuju Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Dari kota-kota tersebut, perjalanan dilanjutkan ke berbagai wilayah di Sumatera, termasuk Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Aceh. Jalur darat ini menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin perjalanan lebih fleksibel.

Sementara itu, kereta api dijadwalkan berangkat bertahap mulai 15 hingga 18 Maret 2026.

BACA JUGA:Libur Imlek 2026 dan Peluang Cuti Panjang Menjelang Ramadhan

BACA JUGA:Jomblo di 14 Februari? Saatnya Fokus Bahagia Tanpa Tekanan Romansa

Rute yang tersedia mencakup lintas Jawa dan terhubung dengan wilayah Sumatera, Sulawesi, serta Kalimantan melalui integrasi antarmoda.

Kereta menawarkan kenyamanan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang relatif stabil.

Adapun kapal laut mulai berlayar lebih awal, yakni 14 Maret 2026. Moda ini menjadi solusi penting untuk perjalanan antarpulau, seperti rute Jakarta–Lampung maupun Ulee Lheue–Balohan di Aceh. Bagi pemudik dari dan menuju wilayah kepulauan, kapal laut menjadi jembatan penghubung yang vital.

Jangkauan Luas, Kuota Terbatas

Program ini dirancang menjangkau wilayah strategis di berbagai pulau. Untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, bus dan kereta api melayani rute populer seperti Jakarta–Yogyakarta–Surabaya. Di wilayah Sumatera, kombinasi bus dan kapal laut menghubungkan Jakarta dengan kota-kota seperti Lampung hingga Aceh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: