Isuzu Panther Reborn 2026: Seberapa Hemat Konsumsi BBM Generasi Terbarunya?
Isuzu Panther pada 2026 langsung memantik perhatian publik, terutama soal efisiensi bahan bakar yang selama ini menjadi identitas kuat model diesel tersebut.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Isu kembalinya Isuzu Panther pada 2026 langsung memantik perhatian publik, terutama soal efisiensi bahan bakar yang selama ini menjadi identitas kuat model diesel tersebut.
Meski belum ada angka resmi yang dirilis pabrikan secara detail, sejumlah laporan media otomotif mulai memotret gambaran konsumsi solar generasi terbaru yang dijuluki “Panther Reborn”.
Konsumsi BBM Versi Awal Media
Beberapa sumber menyebut efisiensi Panther terbaru berada di rentang 12 hingga 18 kilometer per liter, bergantung pada kondisi jalan serta karakter berkendara.
Untuk penggunaan harian dengan kombinasi rute dalam kota dan jalan tol, angka yang kerap muncul berada di kisaran 14–15 km/l.
BACA JUGA:Isuzu Panther 2026: Diesel Legendaris Tampil Lebih Modern
Dalam skenario pengujian paling ideal—beban ringan, kecepatan stabil, serta lalu lintas lancar—klaim efisiensi bahkan disebut bisa menembus angka sekitar 18 km/l. Namun, capaian tersebut umumnya merujuk pada pengujian internal atau kondisi yang sangat terkendali.
Dibanding Generasi Sebelumnya
Jika menilik generasi lama, Panther bermesin 2.5 liter diesel dikenal irit dengan konsumsi rata-rata sekitar 14 km/l pada rute luar kota atau kondisi optimal.
Untuk versi 2026, sejumlah ulasan menyoroti penggunaan mesin diesel 1.9 liter common-rail turbo yang lebih modern. Teknologi ini diyakini mampu menjaga efisiensi setidaknya setara pendahulunya, bahkan berpotensi sedikit lebih hemat berkat sistem injeksi yang lebih presisi.
Angka Realistis di Jalanan Indonesia
Dalam praktiknya, konsumsi bahan bakar tentu sangat dipengaruhi pola penggunaan. Di jalur perkotaan dengan kemacetan padat, angka realistis diperkirakan berada di rentang 11–13 km/l.
Angka yang sering dikutip media biasanya merupakan kombinasi kota dan tol, sehingga pemakaian murni dalam kota cenderung lebih boros.
Sementara itu, penggunaan campuran kota dan tol masih memungkinkan raihan 14–16 km/l, terutama jika pengemudi menjaga akselerasi tetap halus. Pada perjalanan tol yang relatif lancar dengan kecepatan konstan, efisiensi bisa mendekati klaim tertinggi di belasan kilometer per liter.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: