10 Hari Terakhir Ramadan: Momentum Maksimalkan Ibadah untuk Meraih Lailatul Qadar
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan fase paling sakral dalam rangkaian ibadah puasa umat Islam.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan fase paling sakral dalam rangkaian ibadah puasa umat Islam.
Periode ini diyakini menyimpan malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Karena itu, banyak umat Muslim meningkatkan kualitas ibadah dengan mengikuti teladan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Pada masa ini, fokus utama ibadah tidak hanya pada puasa di siang hari, tetapi juga memperbanyak amalan malam, memperdalam spiritualitas, serta menjaga kesucian diri dari aktivitas yang dapat mengurangi kekhusyukan.
BACA JUGA:Kenapa THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan Lengkap PPh 21 yang Wajib Dipahami Karyawan
BACA JUGA:Xiaomi 17 Resmi di Indonesia! Flagship Compact Bertenaga Snapdragon 8 Elite, Harga Mulai Rp14 Juta
I’tikaf untuk Memusatkan Ibadah
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada penghujung Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW diketahui selalu menjalankan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Praktik ini memungkinkan seorang Muslim memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah, menjauh dari kesibukan dunia, serta memperbanyak doa dan dzikir. Dengan suasana yang lebih tenang dan fokus, peluang untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar diyakini semakin besar.
BACA JUGA:Honda CUV e Tembus Rp59 Juta! Skuter Listrik Premium Futuristik dengan TFT 7 Inci, Top Speed 83 Km/J
Menghidupkan Malam dengan Qiyamullail
Selain i’tikaf, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan qiyamullail, termasuk shalat tahajud. Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW dikenal lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Setelah melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang dianjurkan. Membaca surah-surah pendek seperti Al-Ikhlas secara berulang juga termasuk praktik yang sering dilakukan sebagai bentuk dzikir dan penguatan iman.
Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir dan doa juga menjadi bagian penting dalam memaksimalkan ibadah di akhir Ramadan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak kalimat-kalimat tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk pengingat kepada Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: