Jejak Sejarah Kue Lidah Kucing, Camilan Klasik yang Melekat pada Tradisi Lebaran

Jejak Sejarah Kue Lidah Kucing, Camilan Klasik yang Melekat pada Tradisi Lebaran

Kue lidah kucing dikenal sebagai salah satu kue kering klasik yang hampir selalu hadir saat perayaan Lebaran di Indonesia.-Foto: IST-

SUMEKS RADIO - Kue lidah kucing dikenal sebagai salah satu kue kering klasik yang hampir selalu hadir saat perayaan Lebaran di Indonesia.

Camilan ini memiliki bentuk panjang dan tipis menyerupai lidah kucing, dengan tekstur renyah serta rasa manis bercampur gurih.

Bahan utamanya relatif sederhana, yakni tepung terigu, mentega, gula, dan putih telur, namun perpaduan tersebut menghasilkan kue dengan cita rasa khas yang digemari berbagai kalangan.

Meski identik dengan tradisi Lebaran di Indonesia, kue ini sebenarnya memiliki akar sejarah dari Eropa.

BACA JUGA:8 Kue Lebaran Legendaris di Indonesia yang Selalu Jadi Favorit Saat Idulfitri

BACA JUGA:Toyota Kijang LGX 2026 Hadir dengan Sistem Keselamatan Lengkap untuk Perlindungan Maksimal

Perjalanan panjangnya dari dapur bangsawan Eropa hingga menjadi sajian populer di rumah-rumah masyarakat Indonesia menunjukkan bagaimana kuliner dapat beradaptasi lintas budaya.

Berawal dari Dapur Bangsawan Eropa

Sejarah mencatat bahwa kue lidah kucing pertama kali muncul di Prancis pada abad ke-17 dengan nama langues de chat.

Kue ini diciptakan oleh koki istana sebagai hidangan ringan untuk kalangan bangsawan.

BACA JUGA:Tambahan Kuota Bagasi 5 Kg untuk Pemudik 2026 Hanya Berlaku bagi Member Program Loyalitas

BACA JUGA:Adu Irit BBM Xpander Cross vs Toyota Rush 2026: Siapa Lebih Hemat di Kota dan Tol?

Teksturnya yang ringan dan renyah membuatnya cocok disajikan sebagai pendamping minum teh di sore hari.

Dari Prancis, resep kue tersebut kemudian menyebar ke berbagai negara Eropa, termasuk Belanda. Di sana, kue ini dikenal dengan nama kattentongen, yang secara harfiah berarti “lidah kucing”. Pada abad ke-18, kudapan ini menjadi salah satu camilan favorit kalangan elite Eropa.

Masuk ke Indonesia pada Masa Kolonial

Kue lidah kucing mulai dikenal di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Awalnya, kue ini hanya dinikmati oleh pejabat kolonial Hindia Belanda karena bahan-bahan seperti mentega dan tepung terigu tergolong mahal serta sulit diperoleh masyarakat umum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: