Sudan Selatan dan Somalia Jadi Negara Terkorup Dunia Versi CPI 2025
Laporan terbaru Transparency International menempatkan Sudan Selatan dan Somalia sebagai negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia pada 2025. -Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Laporan terbaru Transparency International menempatkan Sudan Selatan dan Somalia sebagai negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia pada 2025. Temuan ini didasarkan pada Corruption Perceptions Index 2025 (CPI), yang mengukur persepsi korupsi sektor publik di berbagai negara.
Kedua negara tersebut memperoleh skor identik, yakni 9 dari skala 0 hingga 100. Dalam indeks ini, angka 0 menunjukkan tingkat korupsi yang sangat tinggi, sedangkan 100 mencerminkan kondisi yang sangat bersih dari praktik korupsi.
Skor tersebut menempatkan Sudan Selatan dan Somalia di posisi terbawah secara global.
Selain dua negara tersebut, Venezuela menyusul dengan skor sekitar 10 poin, sementara sejumlah negara lain seperti Yaman, Libya, Eritrea, Sudan, Nikaragua, Suriah, dan Korea Utara juga berada dalam kelompok dengan tingkat korupsi tinggi.
BACA JUGA:Diburu Jelang Mudik! Harga Bekas Toyota Agya Maret 2026 Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Metodologi Pengukuran CPI
CPI merupakan indeks tahunan yang mengukur persepsi korupsi di sektor publik berdasarkan kombinasi data dari pakar, pelaku bisnis, serta berbagai lembaga internasional.
Penilaian mencakup sejumlah indikator, seperti praktik suap, penyalahgunaan kekuasaan, hingga efektivitas penegakan hukum.
Pendekatan berbasis persepsi ini digunakan untuk menggambarkan tingkat risiko korupsi yang sulit diukur secara langsung, terutama dalam konteks tata kelola pemerintahan.
BACA JUGA:Rahasia Lontong Solid Pulen Antigagal Mengunci Tekstur Sempurna
BACA JUGA:Film Lebaran 2026 Ramaikan Bioskop Indonesia, Didominasi Rilis Pertengahan Maret
Secara global, rata-rata skor CPI pada 2025 tercatat hanya 42 poin. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar negara di dunia masih menghadapi masalah serius terkait korupsi. Lebih dari dua pertiga negara bahkan memperoleh skor di bawah 50, yang menandakan lemahnya integritas sektor publik.
Tren Global: Korupsi dan Kebebasan Sipil
Laporan tersebut juga menyoroti hubungan erat antara tingkat korupsi dan kondisi kebebasan sipil. Negara-negara dengan ruang kebebasan berekspresi yang terbatas cenderung memiliki tingkat korupsi lebih tinggi.
Sebaliknya, negara dengan sistem demokrasi yang kuat, perlindungan terhadap kebebasan pers, serta institusi yang independen cenderung mampu mengendalikan korupsi dengan lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: