Gambaran UTBK-SNBT 2026: Ujian Kemampuan Dasar untuk Akses Perguruan Tinggi
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 kembali menjadi gerbang penting bagi calon mahasiswa di Indonesia-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 kembali menjadi gerbang penting bagi calon mahasiswa di Indonesia. Ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam menempuh pendidikan tinggi.
Secara keseluruhan, peserta akan menghadapi 160 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 195 menit, menuntut ketelitian sekaligus manajemen waktu yang baik.
UTBK-SNBT terbagi ke dalam dua komponen utama, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Keduanya tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta menyelesaikan masalah secara logis.
BACA JUGA:BBM & LPG Aman! Pertamina Buka Sinyal Harga Bisa Naik, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
BACA JUGA:Update Harga BBM 1 April 2026: Pertamax Ikuti Pasar, Nasib Pertalite Ditentukan Presiden!
Tes Potensi Skolastik (TPS): Mengukur Cara Berpikir
TPS menjadi fondasi utama dalam seleksi ini karena berfokus pada kemampuan kognitif yang relevan dengan dunia perkuliahan. Dalam bagian ini, peserta diuji melalui beberapa aspek penting.
Penalaran umum menjadi salah satu bagian utama dengan total 30 soal yang terbagi ke dalam penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif. Soal-soal ini mengajak peserta untuk menarik kesimpulan dari pola maupun premis yang tersedia.
Selanjutnya, terdapat pengetahuan dan pemahaman umum sebanyak 20 soal yang menguji wawasan serta kemampuan memahami konteks informasi.
BACA JUGA:Hati-Hati Link Palsu! BRI Bongkar Modus Penipuan Digital yang Kian Marak
BACA JUGA:Xpander vs Rush 2026: Selisih Cicilan Bisa Bikin Kaget!
Peserta juga dihadapkan pada pemahaman bacaan dan menulis sebanyak 20 soal, yang menilai ketajaman dalam menangkap isi teks serta menyusun gagasan.
Bagian terakhir dalam TPS adalah pengetahuan kuantitatif sebanyak 20 soal. Di sini, kemampuan berhitung dan memahami konsep matematika dasar menjadi kunci utama.
Tes Literasi: Menilai Pemahaman Bahasa dan Angka
Selain TPS, peserta juga akan menjalani Tes Literasi yang berfungsi untuk mengukur kemampuan memahami informasi dalam bentuk teks maupun angka.
Literasi Bahasa Indonesia biasanya terdiri dari 20 hingga 30 soal yang menguji pemahaman isi bacaan, ide pokok, hingga struktur teks. Sementara itu, Literasi Bahasa Inggris berjumlah 20 soal yang berfokus pada pemahaman kosakata, makna kalimat, serta interpretasi teks.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: