Dirut BRI Ungkap AI dan Gen AI Jadi Kunci Masa Depan Industri Perbankan
Dirut BRI Ungkap AI dan Gen AI Jadi Kunci Masa Depan Industri Perbankan.gbr.bri--
Hery Gunardi: Bank yang Abaikan AI dan Gen AI Berisiko Ditinggalkan Nasabah
SUMEKSRADIO – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah wajah industri perbankan. Di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin digital, bank dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan mampu bersaing dalam ekosistem keuangan modern.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hery Gunardi, menegaskan bahwa adopsi AI dan Generative AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi industri perbankan untuk mempertahankan nasabah dan menjawab perubahan zaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Hery dalam sesi Business Talks pada ajang Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
BACA JUGA:​Sinergi Kehidupan Menyingkap Era 'Home-Bot', Ketika Rumah Berdetak dengan Kecerdasan Buatan
Transformasi Perbankan Terus Berlanjut dari Era ATM hingga AI
Menurut Hery, industri perbankan telah mengalami evolusi panjang seiring perkembangan teknologi. Ia mengutip pandangan pakar perbankan digital Brett King yang membagi perkembangan bank ke dalam beberapa fase.
Pada era Bank 1.0, layanan perbankan masih berfokus pada transaksi dasar menggunakan cek dan giro. Selanjutnya, Bank 2.0 ditandai dengan hadirnya Automatic Teller Machine (ATM) yang memungkinkan layanan berlangsung selama 24 jam.
Transformasi berlanjut ke era Bank 3.0 dengan kehadiran internet banking. Pada fase ini, nasabah tidak lagi harus datang ke kantor cabang untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
BACA JUGA:BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di DIA 2026
"Nasabah korporasi misalnya bisa melakukan transaksi langsung dari kantor melalui internet banking tanpa harus datang ke bank," ujar Hery.
Digitalisasi Mengubah Perilaku Nasabah
Memasuki era Bank 4.0, perkembangan financial technology (fintech) dan digitalisasi mulai mengubah pola interaksi masyarakat dengan layanan keuangan.
Menurut Hery, percepatan digitalisasi semakin terasa saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Pembatasan mobilitas membuat masyarakat yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan layanan digital akhirnya beradaptasi dengan mobile banking dan berbagai platform transaksi online.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: