Keram Kaki Saat Tidur? Kenali Penyebab dan Solusi Efektifnya
Keram kaki bisa datang kapan saja, mulai dari saat tidur hingga beraktivitas. Kenali penyebabnya dan temukan cara sederhana untuk meredakannya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Keram kaki merupakan kondisi yang cukup sering dialami oleh banyak orang.
Rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba akibat kontraksi otot yang tidak terkendali dapat mengganggu aktivitas, bahkan membangunkan seseorang dari tidurnya.
Meski umumnya berlangsung hanya beberapa detik hingga beberapa menit, rasa sakit yang ditimbulkan sering kali cukup intens sehingga membuat penderitanya sulit bergerak.
Pada dasarnya, keram kaki dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia.
BACA JUGA:Masih Percaya Kerokan Bisa Mengatasi Angin Duduk? Simak Faktanya
BACA JUGA:Lindungi Penglihatan Anda, Ini Cara Mudah Mengurangi Risiko Mata Minus
Kondisi ini paling sering menyerang otot betis, tetapi juga dapat terjadi pada telapak kaki, paha, maupun jari-jari kaki.
Salah satu penyebab paling umum adalah kelelahan otot.
Aktivitas fisik yang berlebihan, berdiri terlalu lama, atau olahraga tanpa pemanasan yang cukup dapat membuat otot bekerja lebih keras hingga akhirnya mengalami kontraksi secara tiba-tiba.
Selain itu, dehidrasi juga menjadi faktor penting yang sering memicu keram kaki.
Saat tubuh kekurangan cairan, keseimbangan elektrolit seperti kalium, magnesium, kalsium, dan natrium dapat terganggu.
Padahal, mineral-mineral tersebut memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otot dan saraf tetap bekerja secara normal.
Keram kaki juga sering terjadi saat seseorang sedang tidur.
Hingga kini penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, namun posisi tidur tertentu, otot yang terlalu lama berada dalam posisi pendek, atau sirkulasi darah yang kurang optimal diduga menjadi faktor pemicunya.
Tidak hanya itu, kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko munculnya keram kaki.
Otot yang jarang digunakan cenderung menjadi kurang fleksibel sehingga lebih mudah mengalami kontraksi mendadak.
Sebaliknya, olahraga yang terlalu berat tanpa persiapan juga memiliki risiko yang sama.
Pada beberapa kasus, keram kaki dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan sirkulasi darah, gangguan saraf, kehamilan, hingga efek samping beberapa jenis obat.
Oleh karena itu, apabila keram terjadi sangat sering, berlangsung lama, atau disertai pembengkakan maupun kelemahan otot, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA:Mengenali Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika Begadang Menjadi Cara Kita Merasa Merdeka
BACA JUGA:Air Serai: Minuman Herbal Sederhana yang Ampuh Redakan Nyeri, Atasi Stres, dan Tingkatkan Imun Tubuh
Ketika keram kaki terjadi, jangan panik.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas sejenak kemudian meregangkan otot yang mengalami keram secara perlahan.
Jika keram terjadi pada betis, luruskan kaki lalu tarik ujung jari kaki ke arah tubuh hingga otot mulai mengendur.
Memijat area yang mengalami keram juga dapat membantu meningkatkan aliran darah sehingga otot menjadi lebih rileks.
Selain itu, kompres hangat menggunakan handuk hangat atau mandi air hangat dapat membantu mengurangi ketegangan otot.
Setelah rasa nyeri mulai mereda, berjalan perlahan juga dapat membantu mempercepat pemulihan.
Pencegahan merupakan langkah terbaik agar keram kaki tidak mudah kambuh.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari, terutama sebelum dan setelah berolahraga.
Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik dan pendinginan setelah selesai berolahraga.
Mengonsumsi makanan yang kaya kalium, magnesium, dan kalsium juga dapat membantu menjaga kesehatan otot.
Buah pisang, alpukat, bayam, susu, kacang-kacangan, serta ikan merupakan beberapa contoh makanan yang baik untuk mendukung fungsi otot.
Selain itu, rutin melakukan peregangan otot, terutama sebelum tidur, dapat membantu mengurangi risiko keram kaki pada malam hari.
Gunakan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas dan hindari berdiri atau duduk dalam posisi yang sama terlalu lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: