Parenting 5:1, Metode Sederhana yang Berdampak Besar bagi Perkembangan Anak

Parenting 5:1, Metode Sederhana yang Berdampak Besar bagi Perkembangan Anak

Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah aturan parenting 5:1, yaitu memberikan lima interaksi positif untuk setiap satu koreksi kepada anak. Mulai dari memberi pujian, pelukan, mendengarkan cerita, hingga menghabiskan waktu bersama, semua menjad-foto: ist-

SUMEKSRADIO-Membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak tidak hanya bergantung pada kasih sayang, tetapi juga pada cara berkomunikasi setiap hari.

Salah satu pendekatan yang kini semakin dikenal adalah aturan parenting 5:1.

Konsep ini menekankan pentingnya memberikan lebih banyak interaksi positif dibandingkan koreksi atau teguran agar ikatan emosional dalam keluarga semakin kuat.

Aturan 5:1 berarti setiap satu bentuk kritik, koreksi, atau teguran yang diberikan kepada anak sebaiknya diimbangi dengan lima interaksi positif.

BACA JUGA:Muhammad Nopriansyah Bangun PromoPalembang, Jembatani UMKM dengan Masyarakat

BACA JUGA:Bukan Bali atau Lombok, Kyokko Beach Lampung Punya Pesona yang Bikin Takjub!

Bentuk interaksi tersebut bisa berupa pujian, pelukan, senyuman, ucapan terima kasih, perhatian, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.

Pendekatan ini bukan berarti orang tua harus menghindari menegur anak ketika melakukan kesalahan.

Sebaliknya, aturan 5:1 mengajarkan bahwa teguran akan lebih mudah diterima apabila hubungan emosional sudah dipenuhi pengalaman positif.

Anak akan merasa dihargai, dicintai, dan dipahami sehingga tidak menganggap setiap koreksi sebagai bentuk penolakan.

BACA JUGA:Konser Amal Wali untuk Palestina Berlangsung Meriah, Donasi Belasan Juta Rupiah Terkumpul

BACA JUGA:Piala Dunia 2026 Memanas! 5 Tim Kuat Dipastikan Tersingkir di Babak 16 Besar

Banyak orang tua tanpa sadar lebih sering mengomentari kesalahan anak dibandingkan memberikan apresiasi atas hal-hal baik yang telah dilakukan.

Misalnya, orang tua langsung menegur ketika kamar berantakan, tetapi lupa memuji saat anak merapikan mainannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: