Bukan Mitos! Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Durian Bikin Kepala Pusing
Nikmat membawa pusing! Siapa nih yang kalau habis makan durian kepalanya langsung berdenyut? Biar nggak kalap dan berujung pusing berkunang-kunang, kenali penyebab medisnya dan pastikan batasi porsi makan Anda maksimal 2-3 biji saja sekali makan, ya!-foto:ist-
SUMEKS RADIO- Durian, yang kerap dijuluki sebagai "Raja Buah", memang memiliki daya tarik yang tak terbantahkan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia.
Aroma tajam yang khas dipadukan dengan tekstur daging buah yang lembut, legit, dan manis membuatnya selalu diburu saat musim panen tiba.
Namun, di balik kelezatan yang menggugah selera tersebut, tidak sedikit orang yang mengeluhkan rasa pusing, kliyengan, atau bahkan sakit kepala hebat setelah mengonsumsinya.
Fenomena yang sering disebut sebagai "mabuk durian" ini kerap memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
BACA JUGA:Konser Amal Wali untuk Palestina Berlangsung Meriah, Donasi Belasan Juta Rupiah Terkumpul
BACA JUGA:Ruangguru Resmi Keluarkan Ghaza Muhammad Alghifari dari Clash of Champions, Ini Alasannya
Lantas, apa sebenarnya penyebab medis di balik rasa pusing setelah makan durian?
Penyebab pertama dan paling utama adalah kandungan gula serta karbohidrat yang sangat tinggi di dalam buah durian.
Saat seseorang mengonsumsi durian dalam porsi yang berlebihan, tubuh akan mengalami lonjakan kadar gula darah secara drastis dalam waktu yang singkat.
Untuk menstabilkan kondisi ini, pankreas akan memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar.
BACA JUGA:Bukan Bali atau Lombok, Kyokko Beach Lampung Punya Pesona yang Bikin Takjub!
BACA JUGA:Mobil Hybrid Makin Diburu! Ini Keunggulan yang Membuat Banyak Orang Beralih
Akibatnya, setelah lonjakan tajam, gula darah bisa turun secara tiba-tiba atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai hipoglikemia reaktif.
Penurunan gula darah yang mendadak inilah yang direspons oleh otak dengan memunculkan rasa pusing, lemas, dan seolah kehilangan keseimbangan.
Selain faktor gula, tingkat kematangan buah durian juga memainkan peranan penting. Durian yang terlalu matang akan mengalami proses fermentasi alami di dalam daging buahnya.
Proses fermentasi ini mengubah kandungan gula menjadi senyawa alkohol.
Mengonsumsi durian yang sudah terfermentasi sama halnya dengan memasukkan kadar alkohol ringan ke dalam tubuh.
Bagi sebagian orang yang sensitif, hal ini dapat memicu pelebaran pembuluh darah di otak, yang pada akhirnya menyebabkan sakit kepala berdenyut atau sensasi kliyengan seperti sedang mabuk minuman keras.
Lebih lanjut, durian juga diketahui mengandung senyawa asam amino bernama tiramin.
Dalam dunia medis, tiramin telah lama diidentifikasi sebagai salah satu zat pemicu utama sakit kepala atau migrain pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi.
Tiramin bekerja dengan cara memengaruhi tekanan darah dan memicu perubahan ukuran pembuluh darah secara instan.
Selain tiramin, kandungan gas sulfur atau belerang yang memberikan aroma tajam pada durian juga dapat menyebabkan perut terasa kembung dan penuh.
Ketidaknyamanan tekanan pada sistem pencernaan ini sering kali memicu respons sekunder berupa rasa tidak enak badan atau pusing.
Banyak juga mitos yang beredar bahwa durian dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol seketika.
Faktanya, durian dari tumbuhan nabati tidak mengandung kolesterol sama sekali.
Namun, tingginya asupan kalori secara tiba-tiba akan memaksa sistem metabolisme tubuh bekerja ekstra keras.
Proses pembakaran kalori ini menghasilkan efek termogenik atau peningkatan suhu tubuh secara signifikan.
Sensasi panas di area dada dan perut, yang terkadang disertai dengan detak jantung yang berdegup lebih cepat, sering disalahartikan sebagai gejala tekanan darah tinggi dan membuat seseorang merasa pusing berkunang-kunang.
Untuk menghindari risiko pusing setelah menikmati kelezatan sang Raja Buah, sangat disarankan untuk mengendalikan porsi makan dan tidak kalap.
Batasi konsumsi hanya dua hingga tiga biji saja dalam satu waktu.
Selain itu, pastikan untuk minum air putih yang cukup banyak demi membantu tubuh menetralkan suhu dan melancarkan proses pencernaan.
Dengan pemahaman dan batasan yang tepat, Anda tetap bisa menikmati kelezatan durian tanpa harus berurusan dengan sakit kepala yang mengganggu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: