Kesetaraan Gender Dimulai dari Rumah, Dukung Peran Ibu Bekerja
Masih banyak ibu bekerja yang harus menghadapi beban ganda, mulai dari tuntutan karier hingga tanggung jawab pengasuhan di rumah. Padahal, mengasuh anak bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara ayah, keluarga, lingkungan kerj-foto: ist-
SUMEKSRADIO-Menghapus diskriminasi gender masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski semakin banyak perempuan yang berhasil meniti karier di berbagai bidang, kenyataannya masih banyak ibu bekerja yang menghadapi stigma dan perlakuan berbeda dibandingkan laki-laki.
Mereka kerap dianggap kurang mampu menjalankan peran sebagai orang tua hanya karena memiliki pekerjaan di luar rumah.
Padahal, perubahan sosial dan ekonomi membuat banyak keluarga kini mengandalkan penghasilan dari kedua orang tua.
BACA JUGA:Kebakaran Kabel Picu Gangguan Internet, Momen Piala Dunia Ikut Terganggu
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini Bedanya Air Mineral dan Air Putih Biasa
Kehadiran ibu di dunia kerja bukan hanya menjadi pilihan pribadi, tetapi juga menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Namun di balik kontribusi tersebut, ibu bekerja masih menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Salah satu bentuk diskriminasi gender yang masih sering ditemukan adalah anggapan bahwa seluruh tanggung jawab pengasuhan anak sepenuhnya berada di tangan ibu.
Ketika anak mengalami masalah di sekolah atau di rumah, ibu sering kali menjadi pihak pertama yang disalahkan.
BACA JUGA:Ruangguru Resmi Keluarkan Ghaza Muhammad Alghifari dari Clash of Champions, Ini Alasannya
BACA JUGA:Gamer Hemat Wajib Tahu! Game Steam Murah di Bawah Rp50 Ribu yang Layak Dibeli
Sementara itu, peran ayah dalam pengasuhan masih belum mendapatkan sorotan yang sama.
Kondisi tersebut menciptakan beban ganda bagi perempuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: