Anak Tantrum? Jangan Panik, Ini Langkah yang Disarankan Psikolog
Tantrum pada anak bukan berarti mereka nakal atau ingin membuat orang tua kesal. Menurut psikolog, tantrum adalah cara anak mengekspresikan emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata. Kunci menghadapinya bukan dengan bentakan, melainkan tet-foto: ist-
SUMEKSRADIO-Tantrum merupakan salah satu fase perkembangan yang umum dialami anak, terutama pada usia balita hingga prasekolah.
Kondisi ini sering ditandai dengan tangisan keras, berteriak, berguling di lantai, hingga melempar barang ketika keinginan mereka tidak terpenuhi.
Meski terlihat menguras emosi orang tua, psikolog menegaskan bahwa tantrum bukanlah tanda anak nakal, melainkan bentuk ekspresi emosi yang belum mampu mereka kendalikan.
Psikolog menjelaskan bahwa saat anak mengalami tantrum, bagian otak yang mengatur emosi masih berkembang.
BACA JUGA:Hasil Bola Terkini 2026, Drama Hingga Menit Akhir Warnai Pertandingan
BACA JUGA:Hasil Prancis vs Spanyol 0-2, Mimpi Les Bleus Pupus di Semifinal
Karena itu, anak sering kesulitan mengungkapkan rasa marah, kecewa, lelah, atau frustrasi melalui kata-kata. Mereka akhirnya melampiaskan emosi tersebut dengan perilaku yang tampak berlebihan.
Langkah pertama yang disarankan adalah menjaga ketenangan diri sebagai orang tua.
Anak cenderung meniru respons emosional orang di sekitarnya.
Jika orang tua ikut berteriak atau memarahi, situasi justru semakin sulit dikendalikan.
BACA JUGA:Kabar Duka! Komedian Temon Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Indonesia Berduka
BACA JUGA:Semprit Data Aman! SanDisk Rilis Flash Drive Edisi Piala Dunia Mirip Peluit Wasit
Sebaliknya, berbicara dengan suara lembut dan tetap tenang dapat membantu anak merasa lebih aman.
Selanjutnya, pastikan anak berada di tempat yang aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: