Jangan Terjebak Angka! 5 Aplikasi Android Terpopuler yang Justru Dihindari Para Ahli

Jangan Terjebak Angka! 5 Aplikasi Android Terpopuler yang Justru Dihindari Para Ahli

Demi menjaga privasi data, para pakar keamanan siber mengimbau pengguna Android untuk menghindari 5 aplikasi populer ini karena terindikasi meminta izin akses berlebihan dan membebani RAM secara konstan.-foto:ist-

SUMEKS RADIO- Jumlah unduhan yang mencapai angka jutaan di Google Play Store sering kali dijadikan tolok ukur utama bagi pengguna awam untuk menilai keamanan sebuah aplikasi.

Banyak yang berasumsi bahwa semakin populer sebuah platform, semakin kredibel pula sistem di dalamnya.

Padahal, realitas di dunia keamanan siber berkata sebaliknya.

Sejumlah pakar teknologi dan ahli privasi Android baru-baru ini merilis daftar aplikasi mainstream yang justru sangat tidak disarankan untuk menetap di perangkat Anda karena rekam jejak digital yang dinilai bermasalah.

BACA JUGA:Kabar Duka! Komedian Temon Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Indonesia Berduka

BACA JUGA:Vivo 2026 Bikin Gempar: Baterai Sekelas Powerbank Raksasa, Ngecasnya Cepat Kilat!

Di urutan pertama, terdapat kategori Turbo VPN dan berbagai layanan VPN gratisan sejenis.

Meskipun telah diunduh lebih dari 500 juta kali, para ahli memperingatkan pengguna terkait ketidakjelasan praktik pengelolaan data mereka.

Banyak layanan sejenis yang memiliki keterikatan dengan entitas asing dengan regulasi privasi yang longgar, sehingga lalu lintas internet Anda rentan dimonitor demi keuntungan iklan.

Selanjutnya, nama besar seperti LastPass juga mulai kehilangan taji di mata pakar.

BACA JUGA:Semprit Data Aman! SanDisk Rilis Flash Drive Edisi Piala Dunia Mirip Peluit Wasit

BACA JUGA:Jangan Diabaikan! Makan dan Minum Sambil Duduk Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Setelah mengalami insiden kebocoran arsitektur keamanan yang sangat serius pada beberapa waktu lalu, kepercayaan para ahli runtuh.

Pengguna disarankan beralih ke alternatif lain yang berbasis open-source demi perlindungan enkripsi yang lebih transparan.

Aplikasi pelacak nomor seperti Truecaller juga masuk dalam radar merah. Masalah utama yang disoroti adalah agresivitas aplikasi ini dalam meminta izin akses perangkat.

Mulai dari daftar kontak, pesan, lokasi, hingga galeri foto diminta secara bersamaan.

Ironisnya, sistem operasi Android modern saat ini sebenarnya sudah memiliki fitur bawaan yang mampu menyaring panggilan spam secara mandiri tanpa perlu mengorbankan privasi data kontak Anda ke pihak eksternal.

Terakhir, ada duet aplikasi pembersih dan antivirus lawas seperti CCleaner serta AVG AntiVirus & Security.

Di masa lalu, aplikasi jenis ini memang sangat membantu. Namun, untuk arsitektur Android saat ini, aplikasi pembersih sampah dinilai sudah tidak berguna dan justru membebani RAM secara konstan karena terus berjalan di latar belakang.

Terlebih lagi, fitur keamanan bawaan Google Play Protect kini sudah jauh lebih sigap menangkal malware tanpa memerlukan proteksi tambahan dari pihak ketiga yang gemar memborong memori.

Menghapus aplikasi-aplikasi ini bukan hanya mengamankan ruang penyimpanan, melainkan langkah krusial untuk melindungi kedaulatan data pribadi Anda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: