CFD Palembang Dijadikan Destinasi Wisata Unggulan Baru
Mengubah wajah akhir pekan Wong Kito! Pemkot Palembang resmi menyulap kawasan Car Free Day (CFD) menjadi destinasi wisata unggulan baru yang memadukan rekreasi bebas emisi, pertunjukan budaya, dan beragam kuliner khas.-foto:ist-
SUMEKS RADIO- Suasana hari Minggu pagi di Kota Palembang kini tak lagi sekadar menjadi momen rutin untuk melepas penat dan berolahraga.
Pemerintah Kota Palembang bersama para pemangku kepentingan sektor pariwisata secara resmi melangkah lebih jauh dengan mengemas kawasan Car Free Day (CFD) menjadi salah satu destinasi wisata unggulan baru.
Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Selama ini, kawasan bebas kendaraan motor tersebut identik dengan aktivitas jogging, bersepeda, atau sekadar jalan santai bersama keluarga.
BACA JUGA:Konspirasi Final Piala Dunia 2026! Benarkah Ada Sesuatu yang Disembunyikan?
BACA JUGA:Bola Final Piala Dunia 2026 Ternyata Berasal dari Indonesia, Dunia Dibuat Takjub!
Namun, lewat konsep penataan integratif yang baru disahkan, area CFD disulap menjadi ruang publik yang hidup dan kaya akan daya tarik pikat.
Pengunjung yang datang kini tidak hanya disambut oleh udara segar tanpa polusi, tetapi juga disuguhkan beragam atraksi seni lokal, pertunjukan musik jalanan, hingga deretan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan ragam kuliner khas Wong Kito.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang mengungkapkan bahwa transformasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan ruang rekreasi yang ramah keluarga, murah, namun memiliki nilai estetika dan edukasi yang tinggi.
Kami tidak ingin CFD sekadar menjadi ajang menutup jalan beberapa jam.
BACA JUGA:Jadwal AFF 2026 Resmi, Timnas Indonesia Wajib Tampil Maksimal di Grup A
BACA JUGA:Tiga Warga Sipil Tewas di Yahukimo, Aparat Selidiki Dugaan Keterlibatan OPM
Kami ingin menjadikannya panggung bagi kebudayaan Palembang, tempat bertemunya para pelaku seni, sekaligus penggerak roda ekonomi warga, ujarnya saat ditemui di sela-sela pemantauan kawasan.
Penataan anyar ini mencakup pembagian zona yang sangat rapi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: