Bukan Sekadar Nama, Ini Sejarah Unik Pempek Kapal Selam Palembang
Menyelami kelezatan pempek kapal selam khas Palembang, olahan daging ikan gurih dengan isian telur utuh yang punya sejarah unik dan cita rasa otentik yang tak lekang oleh waktu.-foto:Gemini -
SUMEKSRADIO- Mendengar nama Kota Palembang, ingatan publik tentu akan langsung tertuju pada satu mahakarya kuliner yang telah melegenda, yakni pempek.
Dari sekian banyak varian yang ditawarkan, pempek kapal selam selalu berhasil menduduki kasta tertinggi di hati para pencinta kuliner Nusantara.
Bentuknya yang bongsor dengan isian telur utuh di dalamnya memberikan sensasi kepuasan tersendiri bagi siapa pun yang menyantapnya.
Namun, apa sebenarnya yang membuat sajian khas ibu kota Sumatera Selatan ini begitu istimewa dan mampu bertahan melintasi zaman?
BACA JUGA:Semarak HUT RI ke-81, BRI Cabang Sekayu Gelar Upacara dan Lomba Penuh Kebersamaan
BACA JUGA:Semarak HUT RI ke-81, BRI Cabang Sekayu Gelar Upacara dan Lomba Penuh Kebersamaan
Menelusuri jejak sejarah hidangan ini langsung dari pusat pembuatannya di tepian Sungai Musi mengungkap fakta menarik.
Menurut sejumlah budayawan dan sejarawan lokal, penamaan "kapal selam" sebenarnya merupakan istilah yang relatif baru di kalangan masyarakat luar.
Pada masa lampau, masyarakat Palembang lebih mengenalnya dengan sebutan "pempek telok besak" atau pempek telur besar.
Pergeseran nama ini diyakini mulai populer pada era 1980-an ketika proses perebusannya menjadi tontonan yang menarik perhatian.
BACA JUGA:Semarak HUT RI ke-81, BRI Cabang Sekayu Gelar Upacara dan Lomba Penuh Kebersamaan
BACA JUGA:MUI Tegas soal Koruptor: Hukuman Mati Kembali Masuk Perdebatan
Saat adonan mentah yang berisi telur dimasukkan ke dalam air mendidih, pempek tersebut akan tenggelam ke dasar panci, lalu perlahan mengapung ke permukaan saat matang proses yang identik dengan cara kerja sebuah kapal selam.
Dari segi bahan baku, autentisitas dan kualitas pempek kapal selam sangat bergantung pada jenis ikan yang digunakan.
Daging ikan tenggiri giling segar menjadi pilihan kasta tertinggi karena mampu menghasilkan tekstur kenyal yang pas tanpa meninggalkan aroma amis yang menyengat di lidah.
Campuran tepung sagu (atau tapioka berkualitas) dan air es harus ditakar dengan insting dan presisi yang tepat.
Proses pengulenan inilah yang menjadi rahasia dapur para perajin pempek lokal.
Jika terlalu banyak tepung, pempek akan menjadi keras seperti karet.
Sebaliknya, jika porsi ikan terlalu mendominasi tanpa pengikat yang cukup, adonan tidak akan bisa menahan isian telur bebek atau telur ayam mentah yang disuntikkan ke dalamnya.
Bagi para perajin, membuat pempek jenis ini membutuhkan keahlian khusus yang umumnya diwariskan secara turun-temurun.
Tantangan terberatnya adalah membentuk kantung dari adonan ikan yang cukup tipis agar nikmat digigit, namun harus cukup tebal dan kuat untuk menahan telur mentah agar tidak bocor.
Jari-jemari pembuatnya harus lincah memutar adonan membentuk mangkuk, memasukkan telur, lalu menjepit ujungnya dengan rapat dalam hitungan detik.
Kegagalan menutup tepian adonan akan berakibat fatal; telur akan tumpah ruah di dalam panci dan merusak estetika bentuk pempek.
Kerumitan proses manual inilah yang membuat harga pempek kapal selam dibanderol lebih premium dibandingkan jenis lenjer atau adaan.
Tentu, tidak lengkap membicarakan pempek tanpa menyinggung soulmate sejatinya, yaitu cuko.
Kuah berwarna cokelat kehitaman ini adalah nyawa penggerak dari hidangan pempek.
Cuko asli Palembang memiliki keseimbangan profil rasa yang kompleks: pedas yang menyengat dari cabai rawit, manis yang legit dari gula batok (gula aren gelap khas daerah Lubuklinggau), asam yang segar dari asam jawa, serta gurih dari ebi sangrai dan bawang putih halus.
Masyarakat lokal bahkan memiliki tradisi "hirup cuko", yakni meminum langsung sisa kuah cuko dari mangkuk kecil sebagai penutup setelah menghabiskan potongan pempek terakhir.
Di era modern, industri kuliner pempek di Palembang tidak lagi sekadar menjadi identitas budaya, melainkan telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang masif.
Inovasi teknologi kemasan vakum (vacuum pack) dan teknik pembekuan cepat (blast freezing) memungkinkan pempek kapal selam dikirim hingga ke mancanegara tanpa menurunkan kualitas rasanya.
Menikmati seporsi pempek kapal selam yang digoreng garing di bagian luar namun tetap lembut di dalam, disiram cuko kental, dan ditaburi irisan mentimun segar serta mi kuning, adalah sebuah perayaan gastronomi.
Pempek kapal selam bukan sekadar jajanan sore; ini adalah wujud nyata kearifan lokal masyarakat pesisir sungai yang sukses mengolah kekayaan alam menjadi warisan lezat dari Bumi Sriwijaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: