BACA JUGA:Desain dan Dimensi BYD M6: Nyaman untuk Keluarga Besar, Cek Sekarang!
BACA JUGA:Wow! Evolusi Mobil Listrik di Indonesia: Kontribusi BYD dalam Perubahan Pasar!
Produsen otomotif berhasil menekan biaya produksi dengan memanfaatkan teknologi baterai yang lebih efisien dan menggunakan komponen lokal untuk menurunkan harga jual.
Dengan semakin banyaknya pemain di pasar mobil listrik, persaingan harga menjadi lebih ketat, sehingga masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang terjangkau.
Sebagai contoh, beberapa model mobil listrik kini ditawarkan dengan harga di bawah Rp 300 juta, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.
Dukungan Infrastruktur yang Semakin Memadai
Selain harga, infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting dalam pertumbuhan pasar mobil listrik.
Pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pembangunan SPKLU di berbagai kota besar hingga daerah terpencil.
BACA JUGA:Jaga Performa Mesin: Hindari Kebiasaan Buruk yang Sebabkan Mobil Ngelitik
BACA JUGA:Baterai Wuling Sunshine EV: Pilihan Kapasitas 17,6 kWh dan 26,5 kWh yang Menjadi Solusi Cerdas!
Tahun 2025 diproyeksikan akan memiliki ratusan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis, termasuk di pusat perbelanjaan, jalan tol, dan area pemukiman.
Dengan adanya infrastruktur yang memadai, masyarakat semakin percaya diri untuk beralih menggunakan mobil listrik.
Kesadaran Masyarakat akan Kendaraan Ramah Lingkungan
Kampanye tentang pentingnya menjaga lingkungan turut mendorong minat terhadap mobil listrik.
Generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, semakin sadar akan dampak negatif emisi karbon dan memilih kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
BACA JUGA:Cek Yuk! BYD M6: Inilah MPV Listrik Terlaris di Indonesia Tahun 2024-2025