Generasi Muda Indonesia Kian Sulit Memiliki Rumah: Tantangan dan Solusi

Minggu 16-02-2025,12:00 WIB
Reporter : Nuri Fransisca
Editor : Nuri Fransisca
Generasi Muda Indonesia Kian Sulit Memiliki Rumah: Tantangan dan Solusi

Gaya Hidup Konsumtif dan Tantangan Finansial

Selain faktor ekonomi makro, gaya hidup konsumtif juga menjadi salah satu penyebab utama sulitnya generasi muda memiliki rumah.

Banyak anak muda lebih mengutamakan gaya hidup, seperti makan di restoran mewah, traveling, membeli barang bermerek, dan mengikuti tren gaya hidup modern.

Kebiasaan ini menyebabkan sebagian besar pendapatan mereka habis untuk konsumsi, sehingga sulit menyisihkan dana untuk tabungan rumah.

BACA JUGA:Tren Desain Kamar Mandi 2025: Elegan, Fungsional, dan Futuristik

BACA JUGA:Bukan Hantu, Ini Penyebab Lampu Berkedip di Rumah dan Cara Mengatasinya

Selain itu, fenomena "sandwich generation" juga menjadi tantangan tersendiri. Generasi muda yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus membiayai kehidupan mereka sendiri sekaligus menanggung kebutuhan orang tua dan keluarga.

Dengan beban finansial yang berat, mereka mengalami kesulitan dalam menyisihkan uang untuk investasi jangka panjang seperti properti.

Tingginya Uang Muka dan Persyaratan KPR

Salah satu hambatan utama dalam membeli rumah adalah besarnya uang muka yang harus disiapkan.

Bank Indonesia telah mengatur batasan uang muka minimal untuk KPR, yang biasanya berkisar antara 10-20% dari harga rumah.

BACA JUGA:Kesalahan Umum dalam Desain Kamar Mandi yang Sering Terjadi

BACA JUGA:Inspirasi Desain Rumah Simpel dan Hemat, Cocok untuk Pemilik Dana Terbatas

Namun, dengan harga properti yang terus meningkat, jumlah ini tetap menjadi beban berat bagi banyak anak muda yang pendapatannya terbatas.

Di samping itu, persyaratan kredit yang ketat juga menjadi kendala.

Perbankan umumnya mengharuskan calon peminjam memiliki rekam jejak kredit yang baik, penghasilan tetap yang mencukupi, serta rasio utang terhadap pendapatan yang tidak terlalu tinggi.

Kategori :