Akibatnya, lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum justru terbengkalai, dan bekas THR Sriwedari hanya menjadi area kosong yang tak terawat.
Nostalgia Warga Solo akan THR Sriwedari
BACA JUGA:Srikaya: Kudapan Manis Khas Palembang yang Cocok untuk Menu Buka Puasa
BACA JUGA:Taman Remaja Surabaya: Dari Wahana Merakyat ke Panggung Hiburan Besar
Bagi masyarakat Solo, THR Sriwedari bukan sekadar tempat hiburan biasa.
Banyak warga yang memiliki kenangan manis di tempat ini, mulai dari menghabiskan waktu bersama keluarga, menyaksikan konser dari band favorit, hingga menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kota ini.
Hingga kini, banyak warga yang berharap agar lahan bekas THR Sriwedari dapat difungsikan kembali, baik sebagai ruang publik, taman kota, atau pusat seni dan budaya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun, dengan belum jelasnya status lahan tersebut, masa depan lokasi ini masih menjadi tanda tanya besar.
Harapan akan Kebangkitan Ruang Publik di Solo
BACA JUGA:Dadar Jiwo Palembang: Kuliner Langka yang Jadi Buruan Saat Ramadhan
BACA JUGA:Snowbay Waterpark TMII: Kejayaan yang Kini Tinggal Kenangan
Kisah THR Sriwedari Solo menjadi salah satu contoh bagaimana tempat yang pernah menjadi pusat hiburan bisa berakhir terbengkalai jika tidak dikelola dengan baik.
Banyak pihak yang berharap agar pemerintah dan pihak terkait bisa menemukan solusi terbaik untuk memanfaatkan lahan ini agar tidak dibiarkan begitu saja.
Sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai budaya dan seni, Solo tentu membutuhkan lebih banyak ruang publik yang dapat menampung kreativitas warganya.
Jika lahan bekas THR Sriwedari bisa direvitalisasi menjadi tempat yang lebih bermanfaat, tentu hal ini akan menjadi kabar baik bagi masyarakat Solo yang selama ini kehilangan salah satu tempat hiburan favorit mereka.
Kini, THR Sriwedari tinggal sejarah, namun kenangannya masih hidup di hati warga Solo.