Terlebih, dengan biaya transaksi yang murah, warga lebih banyak memilih untuk datang ke agen kami daripada harus pergi ke bank,” ujarnya.
BACA JUGA:Jumlah User Tumbuh 41%, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun
Tidak hanya mempermudah transaksi finansial, Agen BRILink juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai layanan perbankan digital.
Iwan menambahkan, banyak warga yang sebelumnya belum familiar dengan transfer uang melalui aplikasi maupun pembayaran tagihan online kini mulai terbiasa bertransaksi melalui Agen BRILink.
“Kami juga membantu mereka yang belum bisa menggunakan BRImo. Jadi, mereka tetap bisa mengakses layanan perbankan dengan mudah,” jelasnya.
Dampak positif lainnya, kehadiran BRILink turut mendukung peningkatan ekonomi lokal. Dengan adanya transaksi yang lebih mudah dan cepat, perputaran uang di desa meningkat.
BACA JUGA:Layanan Digital BRI Mudahkan Transaksi Pelanggan dan Pemilik Usaha
BACA JUGA:Buka Rekening BRI Cukup Mudah, Nikmati Beragam Keuntungannya
Pedagang lokal pun mendapat keuntungan karena warga tidak perlu keluar desa untuk melakukan berbagai transaksi. “Saat ini, warga lebih sering melakukan pembayaran tagihan listrik, air, bahkan belanja online melalui agen kami. Hal ini tentu memperlancar aktivitas ekonomi di desa,” kata Iwan.
Keberhasilan Agen BRILink di desa-desa Kecamatan Petir menjadi contoh nyata bagaimana inovasi perbankan bisa mendorong inklusi keuangan hingga ke wilayah pelosok.
Layanan ini menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin praktis tanpa harus meninggalkan pekerjaan sehari-hari atau menempuh perjalanan jauh ke kantor bank.
Dengan dukungan penuh dari BRI, para pemilik agen terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk memperluas jam operasional, memperkenalkan berbagai produk keuangan, hingga memberikan pelayanan yang ramah dan cepat.
Semua ini menjadikan BRILink bukan hanya sebagai tempat bertransaksi, tetapi juga sebagai pusat layanan keuangan yang terpercaya bagi masyarakat desa.