Isuzu Panther: Raja Diesel yang Sulit Tergantikan
Meski sudah berhenti produksi sejak 2020, nama Isuzu Panther masih sangat kuat di Indonesia.
Keunggulan utamanya terletak pada:
Mesin diesel terkenal bandel dan awet
Torsi besar untuk medan berat dan muatan penuh
Biaya operasional rendah karena bisa menggunakan Bio Solar
Perawatan sederhana dan tahan pemakaian jangka panjang
Panther kerap menjadi pilihan keluarga besar, pengusaha travel, hingga pengguna di daerah dengan kondisi jalan beragam.
Kekurangannya terletak pada fitur keselamatan dan kenyamanan yang sudah tertinggal dibanding mobil modern.
BACA JUGA:Toyota Rush 2026 vs Isuzu Panther 2026: Adu Irit BBM Hybrid Modern Lawan Diesel Legendaris
BACA JUGA:Desain Eksterior Isuzu Panther 2026: Lebih Modern dan Berkelas, Tampilan Lebih Segar dan Kekinian
Konsumsi BBM: Irit Angka vs Irit Biaya
Dalam hal konsumsi bahan bakar, keduanya unggul dengan cara berbeda.
Toyota Rush mampu mencatat konsumsi sekitar 11–12 km/liter di dalam kota dan hingga 16–20 km/liter di luar kota.
Isuzu Panther mencatat angka sekitar 10–12 km/liter, namun biaya per kilometernya jauh lebih murah karena menggunakan solar bersubsidi.
Artinya, Rush unggul dari sisi efisiensi mesin modern, sementara Panther unggul dari sisi dompet.