SUMEKS RADIO - Konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih sepeda motor harian. Pada segmen skutik entry level, Honda BeAT Alpha diklaim mampu mencatatkan efisiensi yang impresif, menyentuh kisaran 60 hingga 63 kilometer per liter.
Angka tersebut merujuk pada hasil pengujian resmi pabrikan untuk varian BeAT eSP terbaru. Dalam kondisi uji standar, versi tanpa fitur Idling Stop System (ISS) mencatat konsumsi sekitar 60,6 km/liter.
Sementara varian yang dibekali ISS mampu menembus hingga 63 km/liter.
Metode Pengujian Terstandar
Pengukuran efisiensi tersebut dilakukan menggunakan metode Worldwide Motorcycle Test Cycle (WMTC) atau ECE R40.
BACA JUGA:Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit: Mesin 1.9L Turbo Lebih Bertenaga dan Irit
BACA JUGA: Isuzu 9-Seater 2026: MPV Diesel 9 Penumpang Irit Rp380 Jutaan, Siap Gas untuk Keluarga & Travel
Standar ini digunakan secara internasional untuk mensimulasikan kondisi berkendara kombinasi, baik dalam situasi lalu lintas perkotaan maupun penggunaan normal harian.
Melalui metode tersebut, konsumsi bahan bakar diukur dalam kondisi yang relatif terkontrol dan konsisten. Artinya, angka 60–63 km/liter bukan sekadar klaim pemasaran, melainkan hasil pengujian berbasis prosedur baku.
BeAT Alpha sendiri diposisikan sebagai varian bernuansa lebih sporty. Meski menawarkan penyegaran tampilan dan karakter yang lebih agresif, efisiensi bahan bakarnya diperkirakan tetap berada di kisaran serupa dengan varian eSP lainnya.
Perbedaan konsumsi biasanya lebih dipengaruhi pola penggunaan dibanding sekadar perbedaan grafis atau sentuhan desain.
BACA JUGA:Yamaha Fazzio 2026 Makin Stylish & Tangguh! Skutik Hybrid Ini Siap Diajak Touring Jauh
BACA JUGA:Manisnya Sunnah Dates Cheesetart Kuliner Memikat Jiwa
Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi BBM
Meski hasil uji resmi menunjukkan angka yang tinggi, konsumsi aktual di lapangan bisa berbeda. Efisiensi optimal umumnya dicapai dalam kondisi lalu lintas lancar dengan gaya berkendara stabil dan minim akselerasi mendadak.
Sebaliknya, kebiasaan menarik gas secara agresif, membawa beban berat, tekanan angin ban yang tidak sesuai, hingga kondisi jalan macet dapat menurunkan efisiensi secara signifikan.
Sistem ISS pun hanya bekerja maksimal saat motor sering berhenti dalam durasi tertentu, seperti di lampu merah.