Momentum penting terjadi pada tahun 2017, ketika baso aci dijadikan hidangan dalam acara syukuran pernikahan.
Dari situ, pesanan mulai berdatangan dan menjadi fondasi awal berdirinya Tercabaikan sebagai bisnis kuliner.
Tantangan Awal hingga Go Digital
Seperti kebanyakan UMKM, perjalanan Tercabaikan tidak selalu mulus.
Di tahap awal, seluruh proses bisnis dijalankan secara mandiri, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Namun seiring waktu, strategi digital mulai diterapkan.
Pemanfaatan website, marketplace, media sosial, hingga WhatsApp Business menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan pasar.
Transformasi digital ini terbukti mampu meningkatkan visibilitas produk sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.
Peran Bank Rakyat Indonesia dalam Pengembangan UMKM
Dalam proses pengembangan usaha, Tercabaikan juga memanfaatkan dukungan dari LinkUMKM BRI, sebuah platform pemberdayaan UMKM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Melalui pelatihan di Rumah BUMN Bandung, Inggra mendapatkan akses pembelajaran yang relevan, mulai dari pengembangan bisnis hingga topik terkini seperti kecerdasan buatan.
BACA JUGA:BRI 130 Tahun: Jangkau Pelosok Nusantara Lewat 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink
Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh hampir 15 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Fitur yang tersedia mencakup pelatihan, komunitas, hingga etalase digital, yang semuanya saling terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan usaha.