perbankan di Tanah Air.
Beberapa langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.
BACA JUGA:BRI Aktifkan Protokol BCM — Layanan Perbankan Tetap Hidup Meski Terisolasi Akibat Banjir Bandang
Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.
Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui
pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio
liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur
nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.
BACA JUGA:Dollar AS Makin Perkasa! Rupiah Tertekan, Konflik AS-Iran Picu Ketidakpastian Global
“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal
tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tambahnya.
Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan
mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal
berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.