Keberadaan destinasi wisata ini memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,
terutama melalui peningkatan aktivitas UMKM lokal, jasa wisata, hingga sektor perdagangan masyarakat sekitar.
Pengembangan sektor pariwisata tersebut juga dilakukan secara terintegrasi dengan kawasan Taman Nasional Bantimurung–Bulusaraung sehingga memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Peran BUMDes dan Digitalisasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
Penguatan ekonomi Desa Tompobulu tidak hanya bertumpu pada potensi wisata dan pertanian.
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga sangat strategis dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat melalui layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga pengembangan unit usaha produktif lainnya.
BACA JUGA:BRI 130 Tahun: Jangkau Pelosok Nusantara Lewat 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink
Di sisi lain, dukungan layanan keuangan dari BRI semakin mempercepat transformasi ekonomi desa melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR),
penguatan AgenBRILink yang terintegrasi dengan BUMDes, implementasi QRIS sebagai sistem pembayaran digital,
serta penggunaan aplikasi BRImo untuk transaksi masyarakat.
Pendekatan digitalisasi seperti ini menjadi faktor penting dalam memperluas akses ekonomi masyarakat desa terhadap ekosistem keuangan modern.
Desa Tompobulu Contoh Nyata Transformasi Desa Masa Depan
Melihat perkembangan yang terjadi, Desa Tompobulu menunjukkan pola transformasi desa yang ideal di Indonesia saat ini,
yaitu menggabungkan kekuatan sektor pertanian tradisional dengan wisata alam serta dukungan digitalisasi layanan keuangan.
Pendapat saya, strategi pengembangan seperti ini layak dijadikan model nasional karena tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat,