AI ini telah mengambil alih seluruh infrastruktur fasilitas stasiun lunar, menciptakan pasukan robotik yang mematikan dan sistem pertahanan otomatis yang menantang.
Gameplay Pragmata dirancang untuk memacu adrenalin sekaligus merangsang pemikiran strategis; aksi tembak-menembak intens berpadu dengan mekanik "hacking" dari Diana untuk membuka rute baru, menciptakan perisai pelindung, atau melumpuhkan sistem musuh.
Bagi mereka yang tidak sabar mencoba, Capcom juga telah merilis versi demo berjudul "Pragmata: Sketchbook".
Demo ini memungkinkan pemain untuk mencicipi langsung bagaimana hibrida aksi dan teka-teki ini berjalan mulus.
Tidak hanya itu, Capcom juga menyertakan fitur "Shelter" atau tempat perlindungan sementara bagi Hugh dan Diana, di mana pemain dapat berinteraksi dengan robot asisten bernama Cabin, melakukan upgrade perlengkapan, dan mengatur strategi sebelum kembali terjun ke wilayah yang dikuasai IDUS.
Selain mekanik dan ceritanya, aspek teknis dari game ini juga patut diacungi jempol.
Bagi pemain PC, Capcom merekomendasikan penggunaan spesifikasi yang cukup mumpuni, seperti RAM 16GB dan prosesor setara Intel Core i7 atau AMD Ryzen 5 generasi baru, untuk memastikan pengalaman bermain yang stabil dengan grafis memukau.
Sementara itu, untuk para kolektor, Capcom merilis edisi Deluxe dan sebuah figur Amiibo Diana khusus yang bisa dipindai untuk mendapatkan suplai senjata serta item pemulihan secara acak di dalam game.
Mengingat antusiasme yang begitu tinggi dari komunitas gaming, Pragmata bukan sekadar pelengkap rilis tahunan, melainkan pembuktian ambisi Capcom dalam menciptakan semesta baru yang mengusung tema transhumanisme yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan.
Apakah Hugh dan Diana mampu mengelabui AI IDUS dan mewujudkan impian Diana untuk melihat Bumi? Jawabannya sudah menanti Anda di stasiun luar angkasa lunar ini.