Banyak pengguna merasa dirugikan karena mereka merasa telah membeli produk secara penuh dengan harga mahal, namun pada praktiknya hanya menyewa lisensi dengan syarat yang memberatkan.
Kewajiban untuk harus terhubung ke internet setiap bulan tentu menjadi mimpi buruk bagi para pemain yang tinggal di wilayah dengan konektivitas internet yang tidak stabil, atau bagi mereka yang memang lebih suka bermain dalam mode offline murni.
Ketakutan akan matinya peladen (server) di masa depan juga kembali menghantui para kolektor gim digital.
Kasus mengenai kendala validasi lisensi konsol ini bukanlah barang baru di sejarah PlayStation.
Beberapa tahun yang lalu, komunitas juga sempat digegerkan oleh isu "CBOMB" atau habisnya daya baterai CMOS.
Kala itu, baterai CMOS yang mati membuat konsol PS4 kehilangan referensi waktu internalnya, yang berujung pada ketidakmampuan sistem untuk memvalidasi trofi dan lisensi gim digital jika konsol tidak terhubung ke jaringan internet.
Meski isu tersebut akhirnya diselesaikan Sony lewat pembaruan perangkat lunak khusus, kemunculan kembali masalah verifikasi lisensi 30 hari ini jelas membuka luka lama.
Para pegiat preservasi gim terus mendesak perusahaan besar agar lebih memprioritaskan hak akses konsumen dalam jangka panjang tanpa ikatan konektivitas internet terus-menerus.
Meskipun sentimen negatif terus bermunculan, secercah harapan datang dari berbagai sumber di dalam industri.
Menurut laporan terpisah, sistem DRM yang agresif ini diduga kuat bukanlah sebuah fitur atau kebijakan baru yang disengaja oleh pihak Sony, melainkan murni sebuah kecacatan sistem atau bug.
Sumber anonim menyebutkan bahwa teknisi Sony secara tidak sengaja mengacaukan sistem otentikasi lisensi saat mereka sedang berupaya menambal celah keamanan (exploit) di dalam firmware terbaru.
Mekanisme DRM yang tadinya berjalan mulus di latar belakang tanpa sepengetahuan pemain, kini justru bocor dan memunculkan batas waktu lisensi di antarmuka pengguna (UI).
Hingga artikel ini dinaikkan, pihak Sony belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi apa pun mengenai isu DRM 30 hari ini.
Kebisuan PlayStation tentu saja membuat spekulasi di kalangan komunitas semakin bergulir liar.
Sembari menunggu perbaikan teknis (patch) dari pengembang, bagi Anda pengguna PS4 dan PS5 sangat disarankan untuk secara berkala menghubungkan konsol ke internet guna memastikan seluruh lisensi gim digital Anda tetap berstatus aktif dan aman.