SUMEKSRADIO - Siapa yang tidak mengenal nama Joko Anwar di industri hiburan Tanah Air?
Sosok sineas yang identik dengan karya-karya bernuansa kelam, misterius, dan penuh teka-teki ini telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu sutradara paling jenius dan visioner di Indonesia.
Perjalanan karir Joko Anwar tidaklah dimulai langsung dari bangku sekolah perfilman.
Kisahnya merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, insting, dan kecintaan yang luar biasa terhadap sinema mampu membuka jalan kesuksesan hingga ke kancah global, terbukti dari karya terbarunya di tahun 2026, Ghost in the Cell.
BACA JUGA:50 Cent, Jason Momoa, dan Noah Centineo Kumpul di Street Fighter, Bakal Pecah?
BACA JUGA:Gundam Turun ke Bumi! Netflix Resmi Garap Live-Action Bareng Sydney Sweeney
Lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara, Joko Anwar kecil menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menonton film-film kungfu dan horor di bioskop-bioskop lokal.
Ketertarikan pada dunia visual dan penceritaan sudah tertanam kuat sejak dini.
Uniknya, setelah lulus dari sekolah menengah, ia merantau ke Bandung untuk mengambil jurusan Teknik Penerbangan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Walaupun lulus sebagai sarjana teknik, panggilan jiwanya terhadap dunia seni tak pernah surut.
BACA JUGA:Dari Cerita Rakyat Jadi Mimpi Buruk: Mengapa Film Songko Wajib Ditonton?
BACA JUGA:'I Love You 3000' Menggema Lagi! Avengers: Endgame Siap Mengguncang Bioskop 25 September
Awal mula sentuhan Joko dengan industri hiburan profesional justru terjadi lewat jalur jurnalistik.
Ia sempat bekerja sebagai wartawan dan kritikus film di harian The Jakarta Post.
Profesi inilah yang kemudian menjadi batu loncatan terbesarnya.