Komunikasi asertif bukan berarti membiarkan semua keinginan anak.
Orang tua tetap perlu menetapkan aturan yang jelas.
Misalnya, jelaskan bahwa waktu bermain gawai hanya satu jam setiap hari dan sampaikan alasannya agar anak memahami manfaat dari aturan tersebut.
BACA JUGA:Jangan Jadi Pebisnis Buta Angka, Pelajari Dasar Akuntansi Ini!
BACA JUGA:Diet Lebih Maksimal, Cuka Apel Bisa Jadi Pendamping Gaya Hidup Sehat
4. Kendalikan Nada Bicara
Nada suara sangat memengaruhi cara anak menerima pesan.
Hindari membentak atau berbicara dengan emosi yang meledak-ledak.
Gunakan nada yang tenang, jelas, dan tegas sehingga anak merasa aman saat berdiskusi.
5. Berikan Kesempatan Anak Mengungkapkan Pendapat
Ajak anak berdiskusi ketika mengambil keputusan yang berkaitan dengannya, misalnya memilih kegiatan akhir pekan atau menentukan jadwal belajar.
Dengan begitu, anak belajar menyampaikan pendapat secara sopan sekaligus menghargai pendapat orang lain.
6. Hargai Perasaan Anak
Jangan langsung menganggap perasaan anak berlebihan.
Ketika anak menangis atau kecewa, cobalah memahami penyebabnya.
Kalimat seperti, "Ayah mengerti kamu sedang kecewa," akan membuat anak merasa dipahami sehingga lebih mudah menerima arahan berikutnya.