Sering Dibandingkan, Kentang vs Nasi: Mana yang Bikin Perut Kenyang Lebih Lama?

Kamis 09-07-2026,13:00 WIB
Reporter : Gracia
Editor : Gracia

SUMEKS RADIO- Karbohidrat sering kali menjadi topik yang memicu perdebatan sengit di dunia kesehatan dan kebugaran.

Dua sumber karbohidrat yang paling sering dibanding-bandingkan di Indonesia adalah kentang dan nasi.

Banyak orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan langsung mencoret nasi putih dari menu harian mereka dan menggantinya dengan kentang rebus.

Namun, apakah langkah ini sepenuhnya benar dan didukung oleh fakta nutrisi? Untuk memahami mana yang lebih baik, kita perlu membedah kandungan gizi, efeknya terhadap rasa kenyang, serta dampaknya pada kadar gula darah secara objektif.

BACA JUGA:Dijamin Ketagihan! 5 Board Game Terbaik untuk Main Bareng Teman

BACA JUGA:Armada Guncang Benteng Kuto Besak, Ribuan Warga Rayakan HUT Palembang ke-1344

Jika dilihat dari aspek kalori, kentang mentah secara umum memiliki kandungan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih dalam berat yang sama. Seratus gram kentang rebus mengandung sekitar 87 kalori, sementara seratus gram nasi putih matang bisa mencapai sekitar 130 kalori.

Selain itu, kentang memiliki keunggulan besar dalam hal kandungan serat dan kadar air yang tinggi.

Serat alami pada kulit dan daging kentang membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga memberikan efek kenyang yang bertahan jauh lebih lama.

Hal inilah yang membuat kentang sering dinilai lebih unggul bagi orang-orang yang fokus utamanya adalah memangkas asupan kalori harian.

BACA JUGA:Pajak Bukan Lagi Momok: Siswa SMK Kini Mahir Hitung SPT Lewat Tax Center!

BACA JUGA:Dokter Harvard Bongkar 6 Makanan Pemicu Kanker, Nomor 2 Ternyata Dikonsumsi Setiap Hari

Meski demikian, nasi putih tidak boleh dianggap sebagai makanan yang buruk.

Nasi putih adalah sumber energi siap pakai yang sangat efisien karena mudah dicerna oleh tubuh.

Bagi para atlet atau pekerja fisik yang membutuhkan ledakan energi cepat, nasi putih sering kali menjadi pilihan utama yang sangat baik.

Kandungan karbohidratnya yang pekat mampu mengembalikan stamina tubuh dengan instan setelah beraktivitas berat.

Yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah jenis makanannya, melainkan porsi serta cara pengolahannya yang sering kali berlebihan atau tidak seimbang.

Satu hal penting yang wajib diperhatikan dari kedua bahan makanan ini adalah indeks glikemik (IG).

Kentang yang diolah dengan cara dipanggang atau ditumbuk (mashed potato) ternyata bisa memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi, bahkan melampaui nasi putih.

Nilai IG yang tinggi ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak setelah makan.

Oleh karena itu, bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar glukosa tetap stabil, teknik memasak memegang peran kunci.

Mengonsumsi kentang dengan cara direbus beserta kulitnya atau mendinginkan nasi putih terlebih dahulu sebelum dimakan adalah trik cerdas untuk menurunkan nilai indeks glikemiknya.

Kesimpulannya, baik kentang maupun nasi sama-sama baik, asalkan dikonsumsi secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan energi tubuh masing-masing.

Tags : #serat #nutrisi #nasi #kesehatan #kentang #karbohidrat #kalori #gula #energi #diet
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini