SUMEKS RADIO - Ketika rasa kantuk datang di tengah aktivitas, banyak orang langsung memilih secangkir kopi atau teh sebagai solusi.
Kedua minuman ini memang sama-sama mengandung kafein, zat alami yang dikenal mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah.
Namun, meski memiliki kandungan yang sama, efek teh dan kopi terhadap tubuh ternyata tidak sepenuhnya identik.
Kopi umumnya memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh.
BACA JUGA:Dua Gol Telat Bungkam Inggris, Argentina Melaju ke Final Piala Dunia
BACA JUGA:Vivo 2026 Bikin Gempar: Baterai Sekelas Powerbank Raksasa, Ngecasnya Cepat Kilat!
Dalam satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 240 mililiter, kandungan kafeinnya dapat berkisar antara 80 hingga 100 miligram, bahkan lebih tergantung jenis biji kopi dan metode penyeduhannya.
Sementara itu, secangkir teh hitam biasanya mengandung sekitar 40 hingga 70 miligram kafein.
Teh hijau memiliki kadar yang lebih rendah, berkisar 20 hingga 45 miligram per cangkir.
Perbedaan kadar inilah yang membuat efek kedua minuman terasa berbeda saat dikonsumsi.
BACA JUGA:ROG Strix SCAR 18 (2026) G835 Resmi Hadir, Monster Gaming dengan Performa Tanpa Kompromi
BACA JUGA:Tak Ingin Berotot? Justru Anda Tetap Wajib Angkat Beban, Ini Alasannya
Kafein dalam kopi bekerja relatif cepat dengan cara merangsang sistem saraf pusat.
Efeknya dapat dirasakan dalam waktu sekitar 15 hingga 45 menit setelah diminum.
Karena kandungan kafeinnya lebih tinggi, kopi sering dipilih ketika seseorang membutuhkan dorongan energi secara cepat, misalnya saat bekerja hingga larut malam atau ketika harus tetap fokus dalam waktu yang lama.
Di sisi lain, teh tidak hanya mengandung kafein.
Minuman ini juga kaya akan asam amino bernama L-theanine.
Senyawa tersebut diketahui dapat memberikan efek menenangkan tanpa menyebabkan rasa mengantuk.
Kombinasi antara kafein dan L-theanine membuat teh mampu meningkatkan konsentrasi dengan sensasi yang lebih stabil dan tidak terlalu "menghentak" seperti kopi.
Bagi sebagian orang, konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar, gelisah, tangan gemetar, hingga sulit tidur apabila diminum terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Sebaliknya, teh cenderung memiliki risiko efek samping yang lebih ringan karena kandungan kafeinnya lebih rendah.
Meski demikian, bukan berarti teh selalu lebih baik daripada kopi.
Pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.
Jika tujuan utamanya adalah menghilangkan kantuk dengan cepat sebelum melakukan aktivitas penting, kopi dapat menjadi pilihan yang lebih efektif karena kandungan kafeinnya lebih tinggi.
Namun, apabila menginginkan peningkatan fokus yang lebih stabil tanpa efek stimulasi yang terlalu kuat, teh bisa menjadi alternatif yang lebih nyaman.
Banyak pekerja kantoran, mahasiswa, maupun pelajar memilih teh ketika harus belajar atau bekerja dalam waktu lama karena efeknya cenderung lebih lembut.
Selain jenis minuman, pola konsumsi juga perlu diperhatikan.
Mengonsumsi terlalu banyak kafein dalam sehari dapat menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, hingga peningkatan detak jantung pada sebagian orang.
Oleh karena itu, konsumsi kopi maupun teh sebaiknya tetap dalam jumlah yang wajar.
Perlu diingat pula bahwa rasa kantuk yang terus-menerus tidak bisa diatasi hanya dengan minuman berkafein.
Tidur yang cukup, pola makan seimbang, hidrasi yang baik, serta aktivitas fisik tetap menjadi faktor utama dalam menjaga energi dan konsentrasi sepanjang hari.
Kesimpulannya, baik teh maupun kopi sama-sama efektif membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi melalui karakter efek yang berbeda.
Kopi lebih cocok bagi mereka yang membutuhkan dorongan energi secara cepat, sedangkan teh lebih sesuai bagi yang menginginkan fokus bertahan lebih lama dengan efek yang lebih halus.
Memilih salah satunya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, toleransi tubuh terhadap kafein, serta waktu konsumsi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.