Sebaliknya, La Niña sering dikaitkan dengan meningkatnya curah hujan yang dapat memicu banjir di sejumlah negara.
Kedua fenomena ini merupakan bagian dari variasi alami iklim, tetapi dampaknya dapat menjadi lebih besar ketika terjadi bersamaan dengan pemanasan global.
Gelombang panas menjadi salah satu bentuk cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Suhu udara yang sangat tinggi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Selain itu, suhu ekstrem juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, meningkatkan kebutuhan energi untuk pendingin ruangan, serta memperbesar risiko kebakaran hutan.
Di kawasan pesisir, cuaca ekstrem juga meningkatkan ancaman terhadap masyarakat.
Badai yang lebih kuat disertai hujan lebat dan gelombang tinggi berpotensi merusak permukiman, pelabuhan, hingga infrastruktur penting.
Naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di wilayah kutub juga memperbesar risiko banjir rob di berbagai negara.
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor ekonomi.
Produksi pertanian dapat menurun akibat gagal panen, distribusi barang terganggu karena kerusakan infrastruktur, sementara biaya penanggulangan bencana terus meningkat.
Oleh karena itu, banyak negara mulai memperkuat sistem mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, antara lain melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, pelestarian hutan, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap bencana.
Di tingkat individu, masyarakat juga dapat berkontribusi dengan menghemat energi, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menanam pohon, dan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Fenomena cuaca ekstrem menjadi pengingat bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan kerja sama seluruh negara.
Penanganannya tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, dan komunitas internasional.
Dengan memahami penyebab cuaca ekstrem dan dampaknya, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi perubahan kondisi lingkungan yang terus berlangsung.