Deposito Bank Digital: Aman, Tapi Tetap Ada Risiko yang Harus Dipahami
Deposito di bank digital semakin diminati karena menawarkan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.-FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS-
Meskipun sistem perbankan telah dilengkapi dengan teknologi keamanan seperti enkripsi, autentikasi dua faktor (2FA), dan verifikasi biometrik, faktor manusia tetap menjadi titik paling rentan. Kelalaian seperti membagikan kode OTP atau mengakses tautan tidak resmi dapat meningkatkan risiko keamanan.
Risiko Gagal Bayar (Credit Risk)
Keamanan deposito juga bergantung pada kondisi kesehatan bank. Jika bank mengalami kegagalan, simpanan nasabah memang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, yakni maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank.
Namun, jaminan tersebut hanya berlaku jika bunga deposito tidak melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Apabila nasabah tergiur bunga tinggi yang melampaui batas tersebut, maka sebagian atau seluruh dana berpotensi tidak dijamin.
Risiko Bank Digital yang Relatif Baru
Sebagian bank digital merupakan pemain baru dalam industri perbankan dengan model bisnis yang lebih agresif, termasuk dalam penyaluran kredit. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dari sisi likuiditas maupun kualitas aset.
Meski demikian, selama bank tersebut telah memiliki izin resmi dan berada dalam pengawasan otoritas, tingkat keamanannya tetap lebih baik dibandingkan instrumen investasi non-perbankan.
Strategi Meminimalkan Risiko
Untuk mengoptimalkan keamanan dalam berinvestasi di deposito digital, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan:
-
Memastikan bank telah terdaftar dan diawasi oleh otoritas serta menjadi peserta penjamin simpanan
-
Mengalokasikan dana sesuai kebutuhan likuiditas, dengan memisahkan dana darurat di tabungan
-
Menghindari penempatan dana dalam deposito dengan bunga yang terlalu tinggi dan tidak wajar
-
Menjaga keamanan akun dengan menggunakan autentikasi berlapis serta menghindari aktivitas digital yang berisiko
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: