Mengapa Tubuh Bisa Kesetrum? Penjelasan Ilmiah yang Wajib Diketahui

Mengapa Tubuh Bisa Kesetrum? Penjelasan Ilmiah yang Wajib Diketahui

Jangan pernah menganggap remeh sengatan listrik! Kesetrum bisa terjadi kapan saja, baik di rumah, tempat kerja, maupun saat menggunakan peralatan elektronik yang rusak. Kenali penyebab tubuh bisa kesetrum, pahami risikonya, dan terapkan langkah-langkah pe-Foto: IST-

SUMEKS RADIO - Kesetrum merupakan kondisi ketika arus listrik mengalir melalui tubuh manusia.

Peristiwa ini dapat terjadi dalam berbagai situasi, mulai dari menyentuh kabel yang terkelupas, menggunakan peralatan elektronik yang mengalami kerusakan, hingga terkena sambaran listrik dari instalasi yang tidak aman.

Meski sebagian kasus hanya menimbulkan sensasi ringan, sengatan listrik juga dapat berakibat fatal apabila arus yang mengalir cukup besar atau mengenai organ vital.

Secara ilmiah, tubuh manusia dapat menjadi penghantar listrik karena sebagian besar tersusun atas air dan mengandung berbagai mineral seperti natrium, kalium, serta elektrolit lainnya.

BACA JUGA:Gak Perlu Filter TikTok, Foundation Maybelline Ini Bikin Wajah Auto Flawless!

BACA JUGA:Marquez Kunci Masa Depan! Ducati Amankan Sang Juara hingga 2028

Zat-zat tersebut mampu menghantarkan arus listrik sehingga ketika tubuh bersentuhan dengan sumber listrik yang aktif, arus akan mencari jalur menuju tanah atau titik dengan tegangan lebih rendah melalui tubuh.

Besarnya dampak sengatan listrik dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah tegangan listrik yang mengenai tubuh. Semakin tinggi tegangan dan semakin besar arus yang mengalir, maka risiko cedera juga semakin tinggi.

Selain itu, lamanya kontak dengan sumber listrik turut menentukan tingkat keparahan cedera yang dialami seseorang.

Kondisi kulit juga berpengaruh terhadap risiko kesetrum. Kulit yang kering memiliki hambatan listrik lebih tinggi dibandingkan kulit yang basah.

Itulah sebabnya seseorang lebih mudah tersengat listrik ketika berada di lingkungan yang lembap atau saat tangan dalam keadaan basah.

Air menjadi media penghantar yang mempercepat aliran listrik masuk ke dalam tubuh.

Jalur masuk dan keluarnya arus listrik juga sangat menentukan dampak yang ditimbulkan.

Apabila arus mengalir dari tangan menuju kaki atau dari satu tangan ke tangan lainnya, besar kemungkinan arus melewati jantung.

Kondisi tersebut dapat memicu gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam nyawa.

Selain itu, penggunaan instalasi listrik yang sudah tua, kabel yang rusak, stop kontak yang longgar, maupun peralatan elektronik tanpa sistem pengaman dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sengatan listrik.

Oleh karena itu, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi langkah penting dalam mencegah kecelakaan.

BACA JUGA:HP Lemot Bikin Emosi? Ini Cara Biar Tetap Ngebut!

BACA JUGA:Kesuksesan Epik! Toy Story 5 Raup Rp5,5 Triliun Global

Di lingkungan rumah tangga, kasus kesetrum sering terjadi akibat kebiasaan yang tampak sepele.

Misalnya mencabut steker dengan tangan basah, menggunakan kabel sambungan yang sudah terkelupas, memperbaiki alat elektronik tanpa memutus aliran listrik, atau membiarkan anak-anak bermain di dekat stop kontak tanpa pelindung.

Sementara itu, di lingkungan kerja, terutama sektor konstruksi, manufaktur, dan kelistrikan, pekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan akibat arus listrik.

Oleh sebab itu, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur keselamatan kerja, dan pelatihan penanganan bahaya listrik menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.

Gejala kesetrum dapat bervariasi, mulai dari rasa nyeri, kesemutan, luka bakar pada kulit, kejang otot, hingga kehilangan kesadaran.

Pada kasus yang lebih berat, sengatan listrik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kerusakan organ dalam, bahkan henti jantung.

Jika melihat seseorang mengalami kesetrum, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan sumber listrik dimatikan sebelum memberikan pertolongan.

Jangan menyentuh korban secara langsung apabila arus listrik masih aktif karena penolong juga berisiko ikut tersengat.

Gunakan benda yang tidak menghantarkan listrik, seperti kayu kering atau plastik, untuk menjauhkan korban dari sumber listrik apabila aliran belum dapat diputus.

Setelah korban terbebas dari sumber listrik, segera periksa kondisi kesadaran, pernapasan, dan denyut nadi.

Bila korban tidak bernapas atau tidak memiliki denyut nadi, segera lakukan tindakan pertolongan pertama sesuai kemampuan dan hubungi layanan medis darurat.

Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif.

Pastikan instalasi listrik memenuhi standar keamanan, gunakan peralatan elektronik yang layak pakai, hindari penggunaan alat listrik di area basah, serta lakukan pemeriksaan berkala terhadap kabel maupun stop kontak di rumah.

 

Memahami penyebab tubuh bisa kesetrum tidak hanya membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dapat mengurangi risiko kecelakaan yang berpotensi menimbulkan cedera serius. Keselamatan saat menggunakan listrik harus menjadi perhatian setiap orang, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: