Sering Merasa Kleyengan Lalu Pingsan? Cek Penyebab Medisnya di Sini!
Bukan Cuma Lemah! Ini Alasan Ilmiah di Balik Pertahanan Tubuh Saat Pingsan-foto:ist-
SUMEKS RADIO - Pingsan, atau dalam istilah medis dikenal sebagai sinkop (syncope), merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak dan bersifat sementara.
Kejadian ini biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit saja, lalu orang tersebut akan terbangun secara alami.
Meskipun terlihat menakutkan bagi orang di sekitarnya, pingsan sebenarnya adalah mekanisme pertahanan otomatis tubuh saat pasokan aliran darah—yang membawa oksigen dan glukosa—ke otak mengalami penurunan secara drastis.
Ketika otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup, sistem saraf pusat akan segera "mematikan" fungsi kesadaran untuk sementara.
BACA JUGA:Bioskop Makin Panas! Ini 5 Rekomendasi Film Hits 2026 yang Wajib Kamu Tonton Sekarang
BACA JUGA:Badai Belum Berlalu! Bitcoin Uji Level Support $63.000 Saat Pasar Menanti The Fed
Secara alami, posisi tubuh yang jatuh terlentang saat pingsan akan membantu meletakkan kepala sejajar dengan jantung, sehingga aliran darah ke otak dapat pulih kembali dengan lebih mudah akibat dorongan gravitasi.
Ada banyak faktor yang dapat memicu seseorang kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Secara umum, penyebab medis di balik fenomena ini terbagi menjadi beberapa kategori utama:
1. Sinkop Vasovagal (Refleks Tubuh)
Ini merupakan jenis pingsan yang paling sering terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda.
Kondisi ini dipicu oleh gangguan sementara pada sistem saraf otonom yang mengatur detak jantung dan tekanan darah.
Pemicunya bisa sangat beragam, mulai dari rasa cemas parah, melihat darah, ketakutan hebat, rasa sakit yang sangat intens, berdiri terlalu lama di bawah terik matahari, hingga mengejan terlalu keras.
Refleks ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan detak jantung melambat secara mendadak, sehingga aliran darah ke otak berkurang.
BACA JUGA:Lepas dari Tekanan 9-to-5: Menyingkap Rahasia Gen Z Lebih Bahagia Jadi Content Creator
BACA JUGA:Mimpi Digital: Saat AI Memelajari Cara Merasakan Empati dan Rindu
2. Hipotensi Ortostatik
Hipotensi ortostatik terjadi ketika seseorang mengubah posisi tubuh secara mendadak, seperti dari posisi berbaring atau duduk ke posisi berdiri tegak.
Saat berdiri cepat, gravitasi menarik darah ke arah kaki. Pada kondisi normal, tubuh akan menyempitkan pembuluh darah untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
Namun, jika mekanisme reaksi ini melambat, tekanan darah akan anjlok seketika dan memicu rasa pusing hebat hingga pingsan.
3. Dehidrasi dan Kurang Nutrisi
Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi) membuat volume darah menurun secara keseluruhan.
Akibatnya, tekanan darah akan turun dan jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah.
Jika kondisi ini dikombinasikan dengan tingkat gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) akibat terlambat makan atau diet ekstrem, otak akan kekurangan energi utama yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesadaran.
4. Gangguan Kardiovaskular (Jantung)
Pingsan juga bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada organ jantung, atau yang dikenal sebagai sinkop kardiak.
Beberapa kondisi seperti aritmia (gangguan irama jantung), kelainan katup jantung, atau penyumbatan pembuluh darah dapat menghambat kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh, termasuk ke area otak.
Pingsan yang disebabkan oleh masalah jantung sering kali terjadi secara mendadak tanpa ada tanda-tanda peringatan sebelumnya.
Meskipun sebagian besar kasus pingsan bersifat tidak berbahaya dan dapat pulih dengan cepat, ada beberapa sinyal bahaya (red flags) yang memerlukan penanganan medis darurat.
Apabila pingsan disertai dengan nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar kencang sebelum hilang kesadaran, terjadi saat sedang berolahraga berat, atau dialami oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung, pemeriksaan medis secara menyeluruh harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih berat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: