The Evil Within 2, Teror Psikologis yang Menguji Keberanian Pemain

The Evil Within 2, Teror Psikologis yang Menguji Keberanian Pemain

The Evil Within 2 menghadirkan petualangan horor mencekam saat Sebastian Castellanos memasuki dunia STEM demi menyelamatkan putrinya, Lily. Pemain ditantang menghadapi monster mengerikan, mengungkap misteri, dan bertahan hidup dengan sumber daya terbatas -Foto:ChatGPT-

The Evil Within 2 dikembangkan oleh Tango Gameworks dan diterbitkan oleh Bethesda Softworks.

Game ini dirilis pada 13 Oktober 2017 untuk PC serta konsol yang didukung pada masa peluncurannya.

Pada halaman Steam Amerika Serikat, harga reguler yang tercantum adalah US$39,99.

Jika menggunakan perkiraan kurs Rp16.000–Rp17.000 per dolar AS, nominal tersebut setara dengan sekitar Rp640.000–Rp680.000.

Angka ini merupakan konversi kasar, bukan jaminan harga yang berlaku untuk akun Indonesia.

Sebagai gambaran, harga pembelian digital dapat jauh lebih rendah ketika ada promosi. Untuk mengetahui nominal yang benar-benar berlaku, calon pembeli sebaiknya memeriksa halaman resmi The Evil Within 2 di Steam atau halaman game di Xbox

Game ini ditujukan bagi penggemar horor yang menyukai ketegangan, pengelolaan perlengkapan, dan cerita misterius.

Perlu diperhatikan bahwa kontennya mencakup kekerasan intens, darah, serta tema dewasa.

Spesifikasi PC yang Perlu Diperhatikan

Untuk menjalankan The Evil Within 2 pada PC, pemain perlu memperhatikan kemampuan prosesor, kartu grafis, memori, dan kapasitas penyimpanan.

Berdasarkan daftar spesifikasi di Steam, kebutuhan minimum mencakup sistem operasi Windows 64-bit, prosesor Intel Core i5-2400 atau AMD FX-8320, RAM 8 GB, serta kartu grafis NVIDIA GTX 660 dengan VRAM 2 GB atau AMD HD 7970 dengan VRAM 3 GB.

Untuk pengalaman yang direkomendasikan, game mencantumkan prosesor Intel Core i7-4770 atau AMD Ryzen 5 1600X, RAM 16 GB, serta NVIDIA GTX 1060 6 GB atau AMD RX 480 8 GB.

Ruang penyimpanan yang dibutuhkan sekitar 40 GB.

Meskipun spesifikasi tersebut berasal dari daftar persyaratan awal, pengguna juga harus mempertimbangkan kompatibilitas sistem operasi dan perangkat lunak saat ini.

Steam Client kini membutuhkan Windows 10 atau versi yang lebih baru, sehingga komputer dengan sistem operasi lama mungkin memerlukan pembaruan sebelum dapat mengakses game melalui Steam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: