Patah Hati di London: Arsenal Kirim Griezmann ke MLS Tanpa Gelar Si Kuping Besar
Tangis pilu Antoine Griezmann pecah di Emirates Stadium. Kekalahan 1-0 dari Arsenal di semifinal UCL 2026 menjadi panggung perpisahan yang menyesakkan bagi sang legenda, menutup karier gemilangnya di Eropa tanpa pernah mengangkat trofi Si Kuping Besar. Ak-Foto: Ist-
SUMEKSRADIO - Emirates Stadium di London menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah era besar di Liga Champions (UCL).
Pada hari Rabu, 6 Mei 2026 waktu Indonesia, mimpi besar Antoine Griezmann untuk akhirnya mengangkat trofi bergengsi Si Kuping Besar harus terkubur dalam-dalam.
Timnya, Atletico Madrid, dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0 di tangan Arsenal pada leg kedua babak semifinal UCL 2025/2026.
Hasil ini memastikan Meriam London melaju ke final dengan keunggulan agregat 2-1, sekaligus menjadi panggung terakhir dan paling menyesakkan bagi Griezmann di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
BACA JUGA:Gak Nyangka! Dilan Pernah Tinggal di Timor Timur Sebelum Jadi Jagoan Bandung!
BACA JUGA:Dari Land of Dawn ke Layar Lebar: Menyelami Kisah Nyata Kairi Lewat 'Nobody Loves Kay'
Kekalahan ini bukan sekadar hasil minor bagi kubu Los Rojiblancos, melainkan sebuah epilog menyedihkan dari perjalanan panjang sang seniman lapangan hijau yang telah mendedikasikan hidupnya untuk klub.
Sepanjang pertandingan krusial itu, Griezmann yang kini telah menginjak usia 35 tahun, mencoba memberikan segalanya demi menjaga asa Atletico untuk melaju ke partai puncak.
Berbekal hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Madrid pekan sebelumnya, laga leg kedua ini berlangsung dengan sangat ketat dan panas.
Tampil sebagai jenderal lapangan yang mengatur ritme permainan, Griezmann beberapa kali berhasil mengancam pertahanan solid Arsenal.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Nostalgia, Warkop DKI Reborn Versi Baru Segera Menyapa!
BACA JUGA:Scora: Jawaban Juara Buat Skin Barrier Rusak Tanpa Bikin Kantong Jebol!
Ia bahkan sempat menguji ketangguhan kiper David Raya melalui tembakan keras dari sudut sempit yang nyaris membuahkan gol.
Terdapat pula momen kontroversial ketika sang penyerang dijatuhkan oleh Riccardo Calafiori di dalam kotak penalti, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti karena menganggap ada pelanggaran sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: