Investasi Mata Uang 2026: Mencari Perlindungan Nilai di Tengah Rupiah yang Tertekan
Sejumlah mata uang utama seperti Dolar AS (USD), Euro (EUR), Franc Swiss (CHF), dan Pound Sterling (GBP) kembali direkomendasikan sebagai aset lindung nilai.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Memasuki 2026, minat masyarakat terhadap investasi mata uang asing kian menguat. Bukan tanpa alasan, dinamika global—mulai dari arah suku bunga bank sentral, konflik geopolitik, hingga perlambatan ekonomi—membuat nilai tukar menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli.
Sejumlah mata uang utama seperti Dolar AS (USD), Euro (EUR), Franc Swiss (CHF), dan Pound Sterling (GBP) kembali direkomendasikan sebagai aset lindung nilai.
Keempatnya dikenal relatif stabil dan memiliki peluang apresiasi terhadap rupiah (IDR), meski tetap bergantung pada profil risiko investor dan kondisi pasar global.
Bagi Indonesia, proyeksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga akhir 2026 menjadikan USD menarik sebagai sarana diversifikasi portofolio, khususnya bagi investor konservatif yang mengincar stabilitas jangka menengah.
BACA JUGA:SUV Bekas Ini Masih Laris di 2026, Toyota Rush TRD 2019 Ternyata Punya Alasan Kuat
Mata Uang dengan Nilai Tertinggi di Dunia Saat Ini
Jika berbicara soal “mata uang terkuat”, nilai tukar per unit terhadap USD sering dijadikan tolok ukur. Dalam kategori ini, mata uang dari kawasan Timur Tengah masih mendominasi, terutama karena kebijakan nilai tukar tetap (peg) yang mereka terapkan.
Dinar Kuwait (KWD) berada di posisi teratas dengan nilai lebih dari tiga dolar AS per unit. Menyusul di bawahnya adalah Dinar Bahrain (BHD) dan Rial Oman (OMR).
Stabilitas ketiganya bukan semata hasil kekuatan ekonomi domestik, melainkan desain kebijakan moneter yang mengaitkan mata uang mereka pada USD atau keranjang mata uang global.
Sementara itu, dari kelompok mata uang utama non-peg, Pound Sterling (GBP) dan Franc Swiss (CHF) tetap menjadi favorit investor global.
BACA JUGA:Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014
BACA JUGA:Harga Toyota Rush Matic Masih Lebih Mahal dari Manual di Awal 2026, Selisih Tembus Belasan Juta
GBP didukung pasar keuangan yang dalam serta suku bunga relatif tinggi, sedangkan CHF dikenal sebagai aset safe haven berkat kebijakan moneter konservatif Swiss.
Namun, penting dicatat: nilai tukar yang tinggi tidak selalu berarti potensi keuntungan terbesar. Mata uang dengan sistem peg cenderung lebih stabil, tetapi ruang fluktuasi—dan potensi capital gain—lebih terbatas.
Proyeksi Pergerakan Mata Uang Global Sepanjang 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: