Franc Swiss Masih Jadi Raja Stabilitas Mata Uang Negara Maju di 2026

Franc Swiss Masih Jadi Raja Stabilitas Mata Uang Negara Maju di 2026

Memasuki 2026, sejumlah mata uang dari negara maju tetap menunjukkan daya tahan kuat di tengah fluktuasi pasar, terutama Franc Swiss (CHF)-Foto: IST-

SUMEKS RADIO - Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya reda membuat stabilitas mata uang kembali menjadi perhatian utama para investor. Memasuki 2026, sejumlah mata uang dari negara maju tetap menunjukkan daya tahan kuat di tengah fluktuasi pasar, terutama Franc Swiss (CHF), yang kembali menempati posisi teratas sebagai mata uang paling stabil.

Di bawah CHF, Yen Jepang (JPY) dan Dolar Amerika Serikat (USD) masih dipandang sebagai aset aman, meskipun masing-masing menghadapi dinamika kebijakan moneter yang berbeda.

Euro (EUR) juga tetap relevan, walau pergerakannya relatif lebih volatil dibandingkan Franc Swiss.

BACA JUGA:Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014

BACA JUGA:Ini Daftar Aplikasi Penghasil DANA dan Crypto Paling Legit di 11 November 2025

Mengapa Franc Swiss Paling Stabil?

Swiss dikenal sebagai negara dengan fondasi ekonomi yang sangat kokoh. Inflasi yang terjaga di level sangat rendah, sistem perbankan yang konservatif, serta stabilitas politik jangka panjang menjadikan Franc Swiss sebagai simbol safe-haven currency global.

Dalam situasi krisis geopolitik maupun tekanan pasar keuangan, investor cenderung memindahkan asetnya ke CHF.

Kebijakan moneter Swiss yang cermat dan minim kejutan turut menjaga nilai tukar mata uang ini tetap stabil, bahkan ketika mata uang besar lain mengalami tekanan.

BACA JUGA:Cara Konsisten Cuan Rp1 Juta/Hari di Market Crypto – Bukan Mimpi, Tapi Rencana Matang

BACA JUGA:Budget Rp50 Jutaan Jangan Asal Pilih: Ini Mobil Bekas Paling Masuk Akal Buat Harian & Keluarga Kecil

Yen Jepang Mulai Menguat di 2026

Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang kebijakan ultra-longgar, Yen Jepang menunjukkan sinyal penguatan pada 2026.

Pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Japan (BoJ), ditopang surplus perdagangan dan inflasi yang masih terkendali, membuat JPY kembali menarik sebagai mata uang defensif.

Proyeksi menunjukkan Yen berpotensi menguat terhadap Dolar AS seiring berkurangnya selisih suku bunga dan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemulihan ekonomi Jepang.

Dolar AS Tetap Kuat, Tapi Lebih Fluktuatif

Sebagai mata uang cadangan dunia, Dolar AS masih memegang peran sentral dalam perdagangan dan keuangan global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: