USD Menguat Tajam, Rupiah Tembus Rp16.800 per Dolar AS
USD Menguat Tajam, Rupiah Tembus Rp16.800 per Dolar AS.gbr.sumeksradio--
PALEMBANG, SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali berlanjut. Pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, rupiah resmi menembus level Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (USD), seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Penguatan dolar terjadi setelah rilis data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan hasil lebih baik dari ekspektasi pasar.
Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa ekonomi AS masih solid, sekaligus memberi ruang bagi The Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Bagi pelaku usaha di Sumatera Selatan, terutama sektor impor bahan baku dan perdagangan internasional, pergerakan ini tentu menjadi perhatian serius.
BACA JUGA:USD Rebound, Emas Tembus USD 5.400, Rupiah Menguat di Bawah 16.700
Data Manufaktur AS Dorong Dolar Menguat
Kinerja sektor manufaktur AS yang positif menjadi katalis utama penguatan USD.
Investor global kembali memburu aset berbasis dolar karena ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung hawkish.
Spekulasi semakin menguat setelah munculnya nominasi Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed berikutnya.
Pasar menilai figur tersebut berpotensi melanjutkan kebijakan suku bunga ketat guna menjaga inflasi tetap terkendali.
Arus modal global pun kembali mengalir ke instrumen berdenominasi dolar, membuat mata uang emerging market, termasuk rupiah, tertekan.
BACA JUGA:Investasi Mata Uang 2026: Mencari Perlindungan Nilai di Tengah Rupiah yang Tertekan
ECB Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Sementara itu di Eropa, European Central Bank (ECB) diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: