USD Melemah Usai Putusan Pengadilan, Pasar Soroti Tarif Trump & Data Inflasi Global
USD Melemah Usai Putusan Pengadilan, Pasar Soroti Tarif Trump & Data Inflasi Global.gbr.sumeksradio--
SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – Pergerakan kurs USD hari ini menjadi sorotan pelaku pasar setelah dolar AS ditutup melemah pada Jumat lalu. Pelemahan terjadi menyusul putusan Pengadilan Tinggi AS yang menyatakan Presiden Donald Trump telah melampaui kewenangannya dalam penerapan tarif global terhadap sejumlah mitra dagang.
Namun dinamika belum berakhir. Pada Sabtu, Trump menyatakan rencana penerapan tarif baru sebesar 15% terhadap negara-negara lain, yang berpotensi kembali memicu volatilitas pasar valuta asing (valas) pekan ini.
BACA JUGA:Dolar AS Menggila! Data Ekonomi Solid, The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Tertekan
USD Tertekan, Pasar Waspadai Ketegangan Geopolitik
Selain isu tarif, ketegangan antara AS dan Iran turut menambah sentimen risk-off di pasar global.
Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian kebijakan dagang dan arah geopolitik.
Dolar AS yang sempat menguat akibat sentimen proteksionisme, kini bergerak lebih hati-hati.
Trader global mulai mengalihkan perhatian pada data ekonomi utama minggu ini.
Sorotan Data Inflasi: Australia dan Jepang
Dari Australia, data CPI Januari akan menjadi indikator penting setelah bank sentralnya, Reserve Bank of Australia (RBA), menaikkan suku bunga di awal bulan.
Analis memperkirakan inflasi mulai melandai dibanding Desember, meskipun masih berada di atas target RBA.
Jika inflasi turun signifikan, tekanan terhadap dolar Australia bisa meningkat.
Sementara itu, Tokyo CPI dari Jepang akan menjadi gambaran awal inflasi nasional dan mempengaruhi ekspektasi kebijakan Bank of Japan (BOJ).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: