Ironi Kilau Emas Menakar Kekuatan Safe Haven di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni USD
sebuah fenomena di mana emas tetap memancarkan kilau tajamnya justru di saat Greenback sedang berada di puncak hegemoni globalnya.gbr.instagram--
SUMEKS RADIO – Dalam hukum alam pasar keuangan yang konvensional, emas dan Dollar Amerika (USD) seringkali digambarkan sebagai dua kutub magnet yang saling tolak-menolak. Ketika USD menunjukkan taringnya dengan penguatan indeks yang signifikan, biasanya sang logam mulia akan meredup dan tertekan. Namun, tahun 2026 menyuguhkan sebuah anomali yang puitis sekaligus ironis: sebuah fenomena di mana emas tetap memancarkan kilau tajamnya justru di saat Greenback sedang berada di puncak hegemoni globalnya.
BACA JUGA:Ancaman Shutdown AS Tekan Dolar, Ketidakpastian Fiskal Menguat
Anomali Pasar Saat Dua Raksasa Berjalan Beriringan
Secara historis, emas dihargai dalam USD. Logikanya sederhana; jika mata uang pengukurnya menguat, maka komoditas yang diukur akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, yang pada gilirannya menekan permintaan.
Namun, saat ini kita menyaksikan pergeseran paradigma.
Ketidakpastian geopolitik yang persisten dan kekhawatiran akan stabilitas perbankan global telah memaksa investor untuk tidak lagi memilih salah satu, melainkan menggenggam keduanya.
BACA JUGA:Dividen Interim BBRI 2025 Resmi Dibagikan, Bukti BRI Tak Sekadar Janji ke Pemegang Saham
Emas kini tidak lagi sekadar menjadi "lawan" bagi USD, melainkan pelengkap perlindungan.
Investor global melihat penguatan USD sebagai refleksi dari suku bunga yang tinggi, namun mereka melihat emas sebagai asuransi jiwa jika sistem ekonomi yang didominasi USD tersebut mengalami guncangan mendadak.
Daya Tarik Intrinsik Kepercayaan di Tengah Ketidakpastian
Mengapa emas tetap tangguh di bawah bayang-bayang hegemoni USD? Jawabannya terletak pada status emas sebagai aset tanpa risiko pihak lawan (counterparty risk).
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, bank-bank sentral di berbagai belahan dunia terutama di Asia dan Timur Tengah mulai mendiversifikasi cadangan devisa mereka.
Langkah masif bank sentral untuk memborong emas secara konsisten memberikan fondasi harga yang sangat kuat.
BACA JUGA:Syarat dan Dokumen Pengajuan KUR BRI 2025: Pastikan Usahamu Siap untuk Dapat Pinjaman Ringan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: