Cokelat Valentine dan Jerawat: Antara Mitos Populer dan Fakta Medis

Cokelat Valentine dan Jerawat: Antara Mitos Populer dan Fakta Medis

Setiap menjelang Hari Valentine, cokelat hampir selalu menjadi simbol kasih sayang yang tak tergantikan.-Foto: IST-

SUMEKS RADIO - Setiap menjelang Hari Valentine, cokelat hampir selalu menjadi simbol kasih sayang yang tak tergantikan. Namun di balik manisnya hadiah tersebut, beredar anggapan lama bahwa mengonsumsi cokelat bisa memicu jerawat.

Bagi sebagian orang, mitos ini cukup membuat ragu menikmati camilan favorit mereka. Pertanyaannya, apakah benar cokelat menjadi penyebab utama munculnya jerawat?

Penjelasan medis menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak sesederhana menyalahkan cokelat semata. Faktor yang lebih berpengaruh justru berkaitan dengan kandungan gula rafinasi serta produk susu yang kerap terdapat pada cokelat olahan.

Dengan kata lain, jenis cokelat yang dikonsumsi memiliki peran penting dalam menentukan dampaknya terhadap kesehatan kulit.

BACA JUGA:Terungkap! Ini Daftar Lengkap Gaji Pokok PNS 2026 dari Golongan I sampai IV, Benarkah Naik?

BACA JUGA:USD Tertahan, Rupiah Tertekan! Data Ritel AS Mengejutkan, BI Buka Peluang Pangkas Suku Bunga

Memahami Pemicu Jerawat dari Perspektif Kesehatan

Jerawat terbentuk melalui proses kompleks yang melibatkan produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, hingga peradangan.

Pola makan tertentu dapat memperburuk kondisi ini, terutama makanan dengan indeks glikemik tinggi. Produk manis seperti permen, kue, dan cokelat susu dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

Peningkatan ini berpotensi memicu aktivitas hormon androgen yang akhirnya merangsang produksi sebum secara berlebihan — kondisi ideal bagi munculnya komedo dan jerawat.

Selain gula, kandungan susu dalam cokelat olahan juga mendapat perhatian.

BACA JUGA:Infinix Note 60 Series 2026: Aurora Power, Beyond Limits!

BACA JUGA:Honda Scoopy 150 2026: Retro Elegan, Tenaga Baru yang Bikin Percaya Diri

Beberapa penelitian mengaitkan produk susu dengan perubahan hormonal dan reaksi inflamasi ringan pada sebagian individu. Meski efeknya tidak universal, faktor ini dapat memperparah masalah kulit bagi mereka yang sensitif.

Perbedaan Karakter Cokelat Hitam dan Cokelat Susu

Tidak semua cokelat memiliki karakter yang sama. Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi biasanya mengandung gula lebih sedikit serta minim tambahan susu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: