Deposito Bank Digital: Aman, Tapi Tetap Ada Risiko yang Harus Dipahami

Deposito Bank Digital: Aman, Tapi Tetap Ada Risiko yang Harus Dipahami

Deposito di bank digital semakin diminati karena menawarkan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.-FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS-

SUMATERAEKSPRES.ID - Deposito di bank digital semakin diminati karena menawarkan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.

Secara umum, instrumen ini memang tergolong lebih aman jika dibandingkan dengan alternatif investasi seperti peer-to-peer (P2P) lending atau aset kripto. Namun demikian, anggapan bahwa bunga tinggi selalu identik dengan tanpa risiko merupakan persepsi yang keliru.

Dalam praktiknya, terdapat sejumlah risiko yang tetap melekat pada deposito digital dan perlu dipahami oleh calon nasabah sebelum menempatkan dana.

BACA JUGA:Inspiratif! Desa Banyuanyar Boyolali Berubah Jadi Green Smart Village Berkat Program BRILiaN

BACA JUGA:Qlola by BRI Meledak! Transaksi Tembus Rp2.141 Triliun, Bukti Digital Banking Kian Perkasa

Risiko Likuiditas dan Penalti Penarikan

Deposito memiliki karakteristik utama berupa penguncian dana dalam jangka waktu tertentu (tenor).

Selama periode tersebut, dana tidak dapat ditarik tanpa konsekuensi. Jika nasabah melakukan pencairan sebelum jatuh tempo, umumnya bunga tidak akan dibayarkan, bahkan bisa dikenakan penalti tambahan.

Hal ini menjadikan deposito digital kurang fleksibel dibandingkan tabungan biasa.

Oleh karena itu, instrumen ini lebih tepat digunakan untuk dana yang tidak direncanakan untuk digunakan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:BRI Gandeng GoPay! Kini Tarik Tunai Tanpa Kartu Bisa di 19 Ribu ATM, Praktis Banget

BACA JUGA:Honda CB350: Motor Retro Modern yang Bikin Nyaman Touring, Bukan Sekadar Gaya!

Risiko Perubahan Suku Bunga dan Inflasi

Suku bunga deposito bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kebijakan moneter serta strategi masing-masing bank. Bunga tinggi yang berlaku saat ini belum tentu bertahan pada periode berikutnya.

Selain itu, terdapat risiko inflasi yang dapat menggerus nilai riil dana. Jika tingkat bunga deposito hanya sedikit lebih tinggi dari inflasi, maka daya beli uang yang disimpan berpotensi menurun seiring waktu.

Risiko Keamanan Siber dan Kebocoran Data

Sebagai layanan berbasis digital, bank digital memiliki eksposur terhadap risiko keamanan siber. Ancaman seperti phishing, peretasan akun, hingga penyalahgunaan data pribadi dapat terjadi, terutama jika pengguna tidak berhati-hati.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: