USD Perkasa & Minyak Tembus 113 Dolar! Dampak ke Rupiah, Suku Bunga, dan Ekonomi RI

USD Perkasa & Minyak Tembus 113 Dolar! Dampak ke Rupiah, Suku Bunga, dan Ekonomi RI

USD Perkasa & Minyak Tembus 113 Dolar! Dampak ke Rupiah, Suku Bunga, dan Ekonomi RI.gbr.ekonomi bisnis--

SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – PALEMBANG. Tekanan global kembali meningkat seiring memanasnya konflik Timur Tengah. Nilai tukar dolar AS (USD) menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, setelah Presiden Donald Trump memperbarui ancaman eskalasi perang terhadap Iran.

Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak hingga menyentuh level USD 113 per barel, memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.

Kondisi ini langsung berdampak pada pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah yang kini bergerak di kisaran Rp16.900 per dolar AS.

BACA JUGA:Dolar AS Makin Perkasa! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan, Rupiah Tertekan ke Level 17.000

Data Ekonomi AS Menguat, USD Makin Solid

Salah satu faktor utama penguatan dolar adalah data tenaga kerja AS yang mengejutkan pasar.

Ekonomi Amerika Serikat tercatat menambah:

178 ribu pekerjaan di Maret 2026

Jauh di atas prediksi pasar: 60 ribu pekerjaan

Data ini menjadi yang tertinggi sejak Desember 2024, sekaligus menunjukkan bahwa ekonomi AS masih kuat meskipun dihantam ketidakpastian global.

BACA JUGA:Dolar AS Tembus Level Tertinggi 2026, Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Picu Gejolak Pasar

Efeknya?

  • Investor semakin yakin terhadap kekuatan USD
  • Aliran dana global beralih ke aset safe haven
  • Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan

Lonjakan Harga Minyak: Ancaman Inflasi Global

Kenaikan harga minyak ke level USD 113 per barel bukan sekadar angka, tapi sinyal bahaya bagi ekonomi dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait