Hubungan Terlihat Baik, Tapi Mengapa Terus Menyakitkan? Ini Jawabannya
Kenali cycle of abuse, sebuah siklus hubungan toksik--
SUMEKS RADIO - Hubungan yang sehat seharusnya menghadirkan rasa aman, saling menghargai, dan mendukung pertumbuhan masing-masing pasangan.
Namun dalam hubungan toksik, sering muncul pola yang berulang: pasangan menyakiti, meminta maaf, berjanji berubah, lalu mengulang perilaku yang sama.
Pola inilah yang dikenal sebagai cycle of abuse atau cycle of violence.
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan siklus kekerasan atau penyalahgunaan dalam hubungan, baik berupa kekerasan verbal, emosional, psikologis, finansial, maupun fisik.
Banyak korban sulit keluar dari hubungan toksik karena siklus ini membuat mereka terus berharap pasangan akan berubah.
BACA JUGA:Marquez Kunci Masa Depan! Ducati Amankan Sang Juara hingga 2028
BACA JUGA:Kesuksesan Epik! Toy Story 5 Raup Rp5,5 Triliun Global
Psikolog menjelaskan bahwa hubungan toksik sering tidak selalu buruk setiap saat.
Ada masa-masa ketika pelaku terlihat sangat perhatian dan penuh kasih. Justru fase inilah yang kerap membuat korban bertahan lebih lama.
Secara umum, cycle of abuse terdiri dari beberapa tahap yang berulang.
1. Fase Ketegangan (Tension Building)
Pada tahap ini, suasana hubungan mulai terasa tidak nyaman. Pelaku menjadi mudah marah, sensitif, cemburu berlebihan, mengontrol pasangan, atau sering menyalahkan hal-hal kecil.
Korban biasanya berusaha menghindari konflik dengan menuruti keinginan pasangan. Namun ketegangan terus meningkat dan membuat korban merasa cemas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: