Tumbuh Kembang Anak Tidak Sama, Kapan Harus Mulai Waspada?
Jangan lewatkan! Rutinkan skrining pada anak anda sedini mungkin.--
SUMEKS RADIO - Mengenali tanda anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak dini merupakan langkah penting untuk memastikan anak mendapatkan penanganan yang tepat.
Semakin cepat suatu hambatan perkembangan ditemukan, semakin besar peluang anak memperoleh intervensi yang sesuai sehingga potensi tumbuh kembangnya dapat berkembang secara optimal.
Perlu dipahami bahwa anak berkebutuhan khusus bukan hanya anak dengan disabilitas berat.
Istilah ini mencakup anak yang mengalami gangguan perkembangan, hambatan belajar, gangguan komunikasi, gangguan perilaku, gangguan sensorik, hingga kondisi tertentu seperti autisme, ADHD, cerebral palsy, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, maupun keterlambatan perkembangan secara umum.
Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Kesehatan RI dan rekomendasi World Health Organization (WHO) serta American Academy of Pediatrics (AAP), setiap anak sebaiknya menjalani pemantauan tumbuh kembang secara berkala sejak lahir.
Tujuannya bukan untuk memberikan diagnosis, melainkan menemukan kemungkinan adanya penyimpangan perkembangan sedini mungkin.
BACA JUGA:Masih Percaya Kerokan Bisa Mengatasi Angin Duduk? Simak Faktanya
BACA JUGA:Melodi Masa Kecil yang Nyaris Hilang, Mengapa Lagu Anak Harus Dilestarikan?
Tanda-Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Orang tua perlu memperhatikan beberapa "red flag" perkembangan sesuai usia anak.
Pada usia bayi, perlu diwaspadai apabila bayi tidak merespons suara keras, jarang melakukan kontak mata, tidak tersenyum sosial pada usia sekitar dua bulan, atau tampak sangat lemas dan kurang aktif bergerak.
Memasuki usia 6 hingga 12 bulan, tanda yang perlu diperhatikan antara lain belum bisa duduk sesuai tahap perkembangan, tidak babbling (mengoceh), tidak merespons ketika namanya dipanggil, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.
Saat anak memasuki usia 12 hingga 24 bulan, orang tua perlu lebih waspada apabila anak belum mengucapkan kata bermakna, tidak menunjuk benda yang diinginkan, tidak menunjukkan minat berinteraksi dengan orang lain, atau lebih sering bermain sendiri tanpa kontak sosial.
Pada usia prasekolah, tanda yang perlu diperhatikan meliputi keterlambatan bicara yang signifikan, kesulitan memahami instruksi sederhana, perilaku yang sangat hiperaktif atau sangat pasif, kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, gangguan motorik, hingga kesulitan dalam aktivitas sehari-hari sesuai usianya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: