Transformasi digital telah membawa perubahan besar bagi banyak UMKM di Indonesia.
Salah satu contohnya adalah Lina Craft, sebuah bisnis kerajinan tangan dari Yogyakarta.
Lina, pemilik usaha tersebut, awalnya hanya mengandalkan pasar tradisional untuk menjual produknya.
Namun, sejak bergabung dengan marketplace pada tahun 2020, omsetnya meningkat hingga 300%.
“Melalui marketplace, produk saya kini bisa menjangkau pembeli dari berbagai daerah, bahkan luar negeri,” kata Lina.
BACA JUGA:Ini Lho Strategi BNI Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global Melalui Diaspora Loan!
Masa Depan Digitalisasi UMKM
Melihat tren yang ada, digitalisasi akan semakin menjadi tulang punggung keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Menteri Maman optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, Indonesia dapat mencetak lebih banyak UMKM yang berdaya saing global.
Namun, kesuksesan digitalisasi tidak hanya bergantung pada pelaku UMKM, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Digitalisasi adalah Kunci Masa Depan UMKM
Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang.
BACA JUGA:Petani Lokal sebagai Tulang Punggung Program MBG: Jaminan Pasar dan Peningkatan Kesejahteraan!
BACA JUGA:Inovasi Teknologi dalam Pengelolaan SPPG: Digitalisasi untuk Efisiensi!
Dengan memanfaatkan teknologi digital, pelaku usaha kecil dan menengah dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan inovasi baru.